Warga 'Desa Mati' yang Direlokasi Minta Pelepasan Hak Tanah Segera Dilakukan

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 15:32 WIB
Suasana hening begitu terasa ketika memasuki sebuah dusun bernama Tarikolot di Majalengka. Ratusan rumah disana terbengkalai karena ditinggal penghuninya.
Foto: Desa mati di Majalengka (Bima Bagaskara/detikcom).
Majalengka - 253 kepala keluarga telah meninggalkan rumahnya di Dusun Tarikolot, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka akibat bencana pergerakan tanah yang terus terjadi. Desa bekas tempat tinggal mereka kini seperti desa mati.

Mereka kini telah direlokasi ke tempat yang lebih aman di Dusun Buahlega, masih di Desa Sidamukti. Pemerintah Kabupaten Majalengka juga telah menyediakan lahan lengkap dengan bangunannya di atas tanah seluas 120 meter persegi.

Kehidupan warga yang tadinya terus terancam bencana pergerakan tanah juga telah membaik. Kini warga bisa dengan tenang menjalani aktivitas sehari-hari.

"Alhamdulillah dari tahun 2009 pindah ke sini keadaannya baik-baik aja ekonomi lancar Alhamdulillah baik," kata Herlinah (48) salah seorang warga Dusun Tarikolot yang kini pindah di Dusun Buahlega, Selasa (2/2/2021).

Kata Herlinah, dulu dirinya terus dihantui rasa takut karena seringnya kejadian pergerakan tanah di dusun yang berada di zona merah rawan bencana itu.

"Dulu sering sekali pergerakan tanah itu, rumah-rumah pada rusak, temboknya retak bahkan ada yang sampai tertimbun. Tapi sekarang Alhamdulillah semuanya sudah normal," ujarnya yang juga kepala Dusun Buahlega, Majalengka.

Namun ada satu hal yang masih diharapkan oleh warga Dusun Buahlega. Menurutnya, warga menginginkan status hak tanah diserahkan kepada warga. Saat ini tanah di Dusun Buahlega masih berstatus tanah pemerintah.

"Untuk hak di sini baru punya SPPT, jadi masih hak guna pakai. Pengennya warga itu pegang sertifikat tanahnya. Itu supaya kami tenang, meskipun harus menukar dengan sertifikat rumah lama kita mau," jelas Herlinah.

Pemerintah Desa Sidamukti juga terus berupaya agar tanah di Dusun Buahlega bisa sepenuhnya menjadi milik warga. "Sekarang sedang dikejar soal pelepasan hak tanahnya itu. Jadi biar mau warga punya sertifikat," tegas Karwan Kepala Desa Sidamukti.

Terpisah, Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Majalengka Indrayanto mengungkap, pelepasan hak tanah di Dusun Buahlega nantinya akan ditindaklanjuti oleh bagian aset daerah.

"Nanti mungkin ditindaklanjuti oleh bagian aset karena itu tanah Pemda," singkatnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. (mso/mso)