1 Keluarga Korban Banjir Bandang Puncak Masih Bertahan di Pengungsian

M. Sholihin - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 19:13 WIB
Warga Terdampak Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor
Warga terdampak banjir bandang Puncak Bogor. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor -

Sebagian besar warga korban banjir bandang di kawasan Puncak Bogor sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Sampai saat ini, tersisa satu keluarga yang masih menempati vila yang jadi lokasi pengungsian.

"Per hari kemarin, Kamis (28/1/2021) itu dari jumlah yang terdampak (banjir bandang) sebanyak 254 kepala keluarga, 1.025 jiwa, bahwa yang masih menempati tempat pengungsian di vila atau pondokan itu sisa hanya 1,9 persen, atau 4 kepala keluarga," kata Camat Cisarua Deni Humaedi ditemui di Gunung Mas Puncak, Bogor, Sabtu (30/1/2021).

Deni menyebut warga korban banjir bandang mulai kembali ke rumahnya masing-masing sejak Senin (25/1/2021) berdasarkan rekomendasi BPBD dan lainnya. "Memang korban banjir bandang itu sebetulnya sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing itu sejak Senin kemarin ya. Itu berdasarkan dan sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor dan lainnya," tuturnya.

"Beberapa bangunan rumah memang ada yang belum layak huni, tetapi mereka menempati rumah bersama saudara-saudaranya. Nah yang 4 kepala keluarga ini tetap bertahan di pengungsian karena memang rumahnya benar-benar tidak bisa ditempati," kata Deni menambahkan.

Manager Agro Wisata Gunung Mas Bogor, Hikmat Eka Karyadi mengatakan dari 4 kepala keluarga yang disebut Camat Cisarua masih berada di lokasi pengungsian, kini hanya tersisa 7 jiwa dari 1 keluarga. Satu keluarga itu tetap berada di pengungsian karena rumahnya sudah tidak layak huni pasca dihantam banjir dan berada di zona merah bencana.

"Saat ini yang masih bertahan itu akibat kondisi rumahnya memang tidak layak huni lagi, dan masuk zona tidak aman atau zona merah. Sehingga dari sisa 4 kepala keluarga itu, hari ini tersisa 1 kepala keluarga dengan total 7 jiwa yang masih menghuni tempat pengungsian di pondokan atau vila kami," kata Hikmat.

Menurut Hikmat, pihak PTPN VIII akan mencari lokasi baru dan membangunkan tempat tinggal bagi 4 kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akibat dihantam banjir bandang di tempat yang lebih aman.

"1 KK ini akan direlokasi ke hunian lain, direlokasi ke tempat yang lebih aman. Total ada 4 kepala keluarga itu akan direlokasi ke tempat lebih aman. Yang rumahnya masuk zona tidak aman itu akan di ganti rumahnya ke lokasi yang lebih aman," ucap Hikmat.

Hikmat menjelaskan 254 kepala keluarga yang mengungsi akibat banjir bandang merupakan karyawan PTPN VIII yang bekerja di perkebunan teh dan agro wisata gunung mas.

"Kami tegaskan kembali, bahwa kemarin yang keluar dari hunian2 mereka itu adalah karyawan PTPN VIII, yang di dalamnya ada karyawan di kebun teh dan karyawan wisata agro (Gunung Mas). Jadi rumah-rumah itu kami tegaskan bahwa itu rumah dinas karyawan kami," kata Hikmat.

(bbn/bbn)