Ruang Isolasi di RS Darurat Secapa AD Masih Tersedia

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 17:29 WIB
RS Darurat Secapa AD Bandung
Rumah sakit darurat di Secapa AD Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Tingkat hunian ruang isolasi atau okupansi di rumah sakit darurat Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD masih banyak yang kosong. Sejauh ini, dari total 180 ruangan, hanya terisi oleh 70 pasien.

"Untuk rumah sakit ini ada 180 tempat tidur ya, jadi ruangannya masih tersedia. Yang dirawat sekitar 70-an," ujar Kapen Secapa AD Letkol Jaya Kusuma di Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021).

RS darurat Secapa AD sendiri merupakan rumah sakit rujukan bagi pasien yang mengalami gejala COVID-19. Dari 180 tempat tidur tersebut, terbagi ke dalam tiga blok.

"Prosedurnya (untuk dirawat di RS darurat Secapa AD), berdasarkan pemeriksaan dari RS rujukan yang sudah ditunjuk. Nanti akan diklasifikasikan untuk yang dirawat di sini klasifikasinya ringan dan sedang," tuturnya.

Di Secapa AD sendiri terdapat sejumlah tenaga kesehatan yang akan membantu baik dari tenaga kesehatan TNI maupun Dinas Kesehatan daerah. Pasien yang diisolasi atau dirawat di Secapa AD akan menjalani berbagai aktivitas guna peningkatan imun tubuh.

"Program itu mereka bangun tidur bersihkan tempatnya masing-masing, kemudian adakan senam gembira dan olahraga sambil berjemur, jadi olahraga yang tidak memberatkan seperti voli. Makan setiap hari ada dan juga vitamin," tuturnya.

Seperti diketahui, Barak-barak prajurit di Secapa AD yang terletak di Hegarmanah, Kota Bandung dikonversi menjadi rumah sakit darurat COVID-19. Rumah sakit tersebut bisa menampung hingga 180 pasien yang memiliki gejala ringan.

Di sana tersedia empat barak yang disediakan, tiga di antaranya menjadi ruang isolasi bagi pasien bergejala ringan dengan kapasitas 60 pasien per barak. Saat ini fasilitas berupa alat kesehatan, tempat tidur dan obat-obatan telah siap digunakan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, fasilitas ini merupakan dukungan TNI AD dalam menanggulangi wabah COVID-19 di Jawa Barat. Pasalnya, saat ini tingkat keterisian tempat tidur di Jabar terus meningkat.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, tingkat keterisian rumah sakit mencapai 77 persen, namun tingkat keterisian tersebut menurun ke angka 60 persen jika digabungkan dengan tempat perawatan dan isolasi non rumah sakit seperti BPSDM di Kota Cimahi.

"Alhamdulillah fasilitas ini diberikan oleh KSAD. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Andika beserta jajaran, Mayjen Feri selaku Komandan Secapa AD, yang sudah menyediakan tempat istimewa ini, dalam rangka kesiapan kita dalam penanggulangan Covid. Di mana bed occupancy ratio di Jawa Barat memang sedang meningkat, walau pada minggu ini menurun sedikit," ujar Kang Emil di Secapa AD, Selasa (12/1).

(dir/bbn)