Jabar Cetak Dua Rekor COVID-19 Hari Ini: Kasus Positif 4.532 dan 200 Kematian

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 18:31 WIB
Data Pikobar Jabar 28 Januari 2021
Foto: Data Pikobar
Bandung -

Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencetak dua rekor baru pada penambahan kasus COVID-19 pada Kamis (28/1/2021). Pada laporan harian yang dilakukan pemerintah pusat, penambahan kasus virus Corona di Jabar mencapai 4.532 kasus. Jabar kembali menyalip DKI Jakarta dengan 2.889 kasus dan Jawa Tengah dengan 1.507 kasus.

Angka tersebut menyalip rekor sebelumnya yakni 3.942 kasus pada Selasa (26/1) dan kini menjadi yang tertinggi sejak pandemi COVID-19 merebak. Berdasarkan rincian dari laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar), 4.532 kasus tersebut setengahnya (2.290 kasus) adalah laporan pasien yang sembuh atau sudah menjalani isolasi.

Sedangkan 2.042 kasus lainnya merupakan laporan warga yang menjalani isolasi atau dalam perawatan. Saat ini warga yang dirawat atau menjalani isolasi secara akumulatif berjumlah 27.034 orang.

Rekor kedua yang dicetak Provinsi Jabar adalah jumlah kematian. Dari 4.532 kasus yang dilaporkan, 200 di antaranya merupakan laporan warga yang meninggal dengan keterangan terpapar virus Corona. Sementara secara nasional 476, yang artinya hampir setengah kasus kematian berasal dari Jabar.

Penambahan ini membuat Jabar menyalip Jawa Tengah dengan 81 kasus, diikuti Jawa Timur dengan 57 kasus. Sedangkan DKI Jakarta di tempat ke-4 dengan 40 kasus kematian.

Data Pikobar Jabar 28 Januari 2021Data Pikobar Jabar 28 Januari 2021 Foto: Data Pikobar

Laporan kasus warga yang meninggal tersebut merupakan yang paling tinggi. Saat ini total angka warga yang meninggal di Jabar sebanyak 1.838 orang. Total kasus terkonfirmasi di Jabar 139.052 kasus, 109.910 di antaranya merupakan total pasien yang sembuh atau selesai menjalani isolasi.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad mengatakan laporan mengenai penularan di klaster COVID-19 mulai jarang terlaporkan. Namun penularan sekarang terjadi di tataran komunitas yang masuk ke rumah tangga.

"Laporan tentang klaster sudah jarang dilaporkan karena penularan sekarang sudah di tataran komunitas. Misalnya, kluster perkantoran dan industri sudah masuk ke rumah tangga," kata Daud saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/1/2021).

Saat dihubungi detikcom, Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan penularan COVID-19 yang masuk ke dalam keluarga atau rumah tangga ini menjadi perhatian serius dari Pemprov Jabar.

Ia mengingatkan agar semua pihak bisa saling menjaga, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Uu juga mengingatkan selain melakukan upaya lahiriah, anggota keluarga juga melakukan upaya batiniah, salah satunya dengan melakukan ibadah secara seksama.

"Upaya lahiriahnya kita jaga protokol kesehatan, ada juga vaksinasi, minum vitamin. Tapi yang tak kalah penting juga upaya 'langit' karena apa yang terjadi ini juga karena kehendak yang Maha Kuasa," kata Uu saat dihubungi, Rabu (27/1).

(yum/ern)