Berpotensi Massa Berkerumun, Haul Mama Gentur Cianjur Ditunda

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 15:58 WIB
Haul Mama Gentur Cianjur Ditunda
Petugas menjaga pintu masuk menuju Kampung Gentur. Haul Mama Gentur ditunda karena berpotensi menimbulkan kerumunan massa. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Pelaksanaan haul Mama Gentur di Cianjur ditunda. Hal itu dilakukan untuk mencegah kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19.

Penundaan pelaksanaan Haol Mama Gentur dan Mama Picung itu berdasarkan surat Bupati Cianjur No. 44.2/03721/UM/2021 dan surat dari Gugus Tugas COVID-19 Cianjur.

"Sudah disepakati bersama, pelaksanaan Haol Mama Gentur ditunda. Ini berdasarkan hasil musyawarah Forkopimda dan pihak keluarga Mama Gentur," ujar Camat Warungkondang Sukmawati, Rabu (27/1/2021).

Sekadar diketahui, Mama Gentur atau As-Syaikh Achmad Syathibi Al-Qonturi Ahmad Syathibi, merupakan salah seorang ulama besar di Cianjur, Jawa Barat. Ulama yang lahir di Kampung Gentur, Warungkondang, Kabupaten Cianjur, ini memiliki banyak murid yang menjadi ulama besar juga di daerahnya.

Semasa hidupnya beliau mengarang rupa-rupa kitab berbahasa Arab dan Sunda. Setiap tahun, puluhan ribu orang datang untuk menghadiri haul Mama Gentur yang digelar selama beberapa hari. Tidak hanya dari Cianjur, banyak santri ataupun masyarakat dari kota hingga provinsi lain di Indonesia yang datang.

Menurut Sukma, acara haul Mama Gentur yang dijadwalkan berlangsung 26-29 Januari ini berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Padahal saat ini, kata dia, pemerintah gencar menerapkan protokol kesehatan, salah satunya mencegah kerumunan masyarakat untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

"Makanya setelah musyawarah panjang, akhirnya disepakati untuk ditunda. Ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan atau setelah pandemi berakhir, yang datang hanya keluarga dan keturunan dari Mama Gentur, tidak ada kerumunan massa," kata Sukma.

Kapolsek Warungkondang Kompol Surachman menegaskan segala bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan tidak diizinkan selama pandemi COVID-19. Acara tersebut ditunda dan rombongan dari luar kota diarahkan untuk kembali ke daerahnya.

"Tentu apa pun yang menimbulkan kerumunan tak diizinkan. Hingga akhirnya disepakati oleh semua untuk ditunda. Kendaraan dari luar kota kami putar arah. Barusan ada lima bus rombongan yang akan mengikuti haul Mama Gentur diarahkan untuk kembali, karena kegiatannya ditunda," ucap Surachman.

(bbn/bbn)