Cerita Warga Gotong Jenazah COVID-19 Sendiri Gegara Tukang Jasa Pikul Mogok

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 14:59 WIB
Jasa angkut jenazah di TPU Cikadut mogok, keluarga terpaksa pikul jenazah sendiri
Foto: Relawan pikul jenazah COVID-19 di TPU Cikadut mogok (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Relawan pikul jenazah COVID-19 di TPU Cikadut Bandung melakukan aksi mogok. Akibatnya warga harus menggotong peti jenazah keluarganya yang terpapar COVID-19 sendiri ke liang lahat.

Dede (60), keluarga jenazah COVID-19 yang merupakan warga Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung mengaku kerepotan karena para relawan pikul jenazah mogok.

"Waktu ambulans kenapa lama, karena alasannya tidak ada orang yang memikulnya. Setelah konfirmasi ke sini yang pikul jenazah tidak ada, terus saya konfirmasi ke rumah sakit ada enggak yang menggotong jenazah, tidak ada," kata Dede usai memakamkan jenazah adiknya, Rabu (27/1/2021).

Dede dan keluarga akhirnya memutuskan untuk memakamkan jenazah adiknya sendiri dibantu oleh sopir ambulans dan dua orang petugas dari rumah sakit.

"Akhirnya mau enggak mau keluarga yang turun tangan, kebetulan keluarga sudah ada. Kita sempat kebingungan, pertama saya enggak punya APD pas di rumah sakit, saya juga enggak bisa harus gimana," jelasnya.

Selain sempat terlantar selama 15 menit di TPU Cikadut, jenazah adiknya juga sempat tertahan di rumah sakit karena harus berkoordinasi dengan pihak TPU.

Ia juga menjelaskan, harus membujuk adik-adiknya untuk ikut memakamkan. "Enggak biasa, itu adik-adik saya yang gotong, jelas, waktu di rumah sakit cuman ada satu driver, asalnya dua orang, makannya saya ke adik, yaudahlah," ucapnya.

"Jelas saya bingung, karena ini bukan pekerjaan," tambah Dede.

Dengan ada kejadian ini, pihaknya meminta kepada pemerintah agar segera mengambil langkah agar hal seperti ini tidak terulang.

"Ini bukan pekerjaan saya, umum-nya di rumah sakit ada tim, di sini juga ada, tapi ada demo, ya gimana ini. Harapan saya ke Pemkot tolong kepada pihak terkait tolong dikonfirmasi jalan yang baik karena maaf di pemakaman harus ada take and give. Kita harus jelas, kalau dia memberikan jasa (relawan pikul) apa salahnya, enggak ada salahnya. Apalagi orang-orang di sini tidak ada pemaksaan, mereka welcome," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah sempat ramai diberitakan mengenai tarif jasa pikul jenazah yang mencapai jutaan, tukang pikul peti jenazah COVID-19 di TPU Cikadut Bandung tak beroperasi, hari ini, Rabu (27/1/2021). Mereka kabarnya mogok karena kecewa dengan Pemkot Bandung.

Akibatnya jenazah COVID-19 yang datang sempat tertahan di area masuk TPU. Pantauan detikcom, pukul 12.20 WIB, ambulans yang membawa peti jenazah COVID-19 datang. Ambulans tersebut tertahan di pintu masuk TPU Cikadut hampir selama 15 menit.

Karena tidak ada yang memikul jenazah, keluarga dibantu sopir ambulans dan sejumlah petugas RS yang mengantar memikul peti jenazah COVID-19 dari tempat parkir TPU Cikadut menuju liang lahat sejauh 300 meter.

Pihak keluarga yang memikul peti jenazah mengenakan baju hazmat dan helm yang digunakan untuk berkendara. Karena belum terbiasa mengangkut peti jenazah, mereka terlihat sempoyongan menggotong peti jenazah.

Lihat juga video 'Ingin Ambil Jenazah PDP Corona, Keluarga Cekcok dengan Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)