Relawan Jasa Pikul Jenazah COVID-19 di TPU Cikadut Warga yang Kena PHK

Wisma Putra - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 20:59 WIB
Jasa angkut jenazah pasien covid-19 di TPU Cikadut Bandung
Foto: Wisma Putra
Bandung -

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Ahmad Tajudin menyatakan puluhan penjaja jasa pikul jenazah COVID-19 di TPU Cikadut merupakan warga sekitar yang terkena PHK gegara pandemi. Menurutnya mereka tak mematok tarif jasa pikul jenazah.

"Banyak orang sekitar yang menjadi relawan, karena mereka perlu dibantu juga, karena kondisi COVID-19 banyak yang di PHK. Tapi yang jelas saya dengar sendiri relawan tidak pernah menarget berapa," kata dia usai pertemuan dengan para penjaja pikul jenazah COVID-19 yang juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Mandalajati i Los TPU Cikadut, Senin (25/1/2021).

Ahmad mengatakan sengaja ia melakukan pertemuan dengan relawan pikul jenazah untuk menelusuri informasi tarif yang dipatok jutaan rupiah. "Saya sampaikan bahwa saya sendiri diberikan tugas oleh pimpinan untuk memverifikasi, yang dikhawatirkan informasi liar di medsos dan lainnya ada pungutan memaksa kepada masyarakat," kata Tajudin.

Dari penjelasan para relawan pikul jenazah, kata Tajudin, tidak benar mereka mematok tarif jutaan rupiah atau sampai Rp 2 juta.

Tajudin menyebut, jika informasi satu jenazah COVID-19 yang dimakamkan di TPU Cikadut harus membayar Rp 2 juta itu tidak benar adanya. "Mereka tidak menargetkan harus berapa dan itu juga diaminkan oleh Wakapolsek, tidak ada itu ditargetkan harus Rp 2 juta atau berapa. Bahkan ada yang dimakamkan itu gratis, karena mereka keluarga tidak mampu, mereka dengan rela malah memberikan rokok karena kasihan," papar Tajudin.

Menurutnya, klarifikasi itu perlu disampaikan ke media, agar seluruh pihak tahu. "Ini harus kami laporkan supaya pemberitaan seimbang, baik kepada masyarakat atau kepada pimpinan kami, sebetulnya memang seperti itu," ujarnya.

Hal itu juga dikatakan Koordinator Tim Jasa Pikul Jenazah COVID-19 TPU Cikadut Fajar Ifana. Dia menegaskan tidak mematok tarif untuk jasa pikul jenazah COVID-19.

Sebelumnya di tempat terpisah, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menyatakan ke depan seharusnya yang menggotong jenazah dari area parkir hingga lokasi pemakaman adalah petugas Distaru. Menurutnya biaya itu membebani keluarga almarhum, apalagi angkanya sampai jutaan rupiah. Ia menegaskan hal itu tidak dibenarkan.

(wip/ern)