Jasa Gotong Jenazah Corona Jutaan Rupiah, Ini Kata Pemkot Bandung

Wisma Putra - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 19:38 WIB
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut ditunjuk Pemerintah Kota Bandung sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi jenazah yang terpapar COVID-19. Hingga Kamis (27/4/2020), sedikitnya 40-an jenazah korban pandemi ini telah dimakamamkan di sana sejak sebulan terakhir.
Pemakaman khusus jenazah COVID-19 di TPU Cikadut/Foto: Yudha Maulana
Bandung -

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan pemakaman jenazah COVID-19 seharusnya tidak ada pungutan biaya. Soal pungutan jasa gotong jenazah hingga jutaan rupiah, menurutnya hal itu tidak dibenarkan. Pemkot akan menertibkannya.

"Enggak ada (biaya), yang namanya pemakaman berkenaan dengan COVID-19, angkut-angkutan dan sebagainya itu menciptakan cost (berbayar)," kata Ema di Balai Kota Bandung, Senin (25/1/2021).

Ema menyebut, pihaknya sudah mendengar ada penyedia jasa gotong jenazah COVID-19 di TPU Cikadut. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi Dinas Tata Ruang Kota Bandung.

"Saya juga sudah mendengar dan sudah menindaklanjuti ke Kadistaru untuk segera ditangani dan ini tidak menjadi ruang yang dimanfaatkan dalam tanda petik tidak bagus. Inikan membebani warga masyarakat, apalagi nilai yang cukup besar karena nilai satuannya bukan puluhan ribu tapi nilai jutaaan, saya meminta Kadistaru untuk menertibkan itu," tandasnya.

Ema menegaskan pungutan jasa gotong jenazah Corona itu dilakukan oleh oknum masyarakat bukan oleh petugas Distaru. Ema menjamin tidak ada pengkondisian yang dilakukan oleh dinas.

"Kalau sampai dipatok itu enggak bener. Tapi dasar dia mematok apa? Yang memerintah dia siapa? Inikan inisiatif mereka, kemudian apa otoritas dia meminta dan mematok harga," tegasnya.

Untuk ke depan, kata Ema, untuk jasa gotong jenazah pasien corona seharusnya disiapkan oleh pihak Dinas. "Yang paling benar ini ke depannya diambil alih oleh pemerintah dalam hal ini Distaru yang harus menyiapkan itu. Tidak boleh ada ruang yang dimanfaatkan oleh masyarakat seperti ini, karena apa kan jadi ada beban ke masyarakat," tegas Ema.

Sebelumnya salahsatu keluarga pasien COVID-19 mengungkapkan harus mengeluarkan uang Rp 1 juta untuk jasa angkut jenazah dari area parkir hingga tempat pemakaman. "Memberi kepada yang gotong Rp 1,3 juta, ditawar jadi Rp 1 juta," ujarnya. Bahkan kabarnya keluarga pasien lain harus mengeluarkan uang hingga Rp 2 juta untuk jasa gotong jenazah.

Ditemui secara terpisah Koordinator Tim Jasa Pikul Jenazah COVID-19 TPU Cikadut Fajar Ifana angkat bicara. Ia menyatakan pihaknya tidak pernah mematok harga untuk jasa gotong jenazah pasien COVID-19.

"Satu poin buat masyarakat Bandung, kami tidak pernah memungut atau mematok harga untuk memakamkan, ada yang tidak bayarpun kita laksanakan dengan ikhlas," kata Fajar kepada detikcom usai melakukan pertemuan bersama Distaru Kota Bandung dan Forkompimcam Mandalajati, Senin (25/1/2021) sore

(wip/ern)