Lahan Sengketa Kasus Anak Gugat Ayah Rp 3 Miliar Eks Gedung Bioskop

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 11:53 WIB
Lahan sengketa anak gugat ayah kandung di bandung
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Lahan yang terseret kasus gugatan anak terhadap ayah kandung senilai Rp3 miliar ternyata merupakan bekas Bioskop 'Mawar' yang cukup terkenal di era 90-an. Sebagian lahan yang sudah didirikan bangunan, menjadi objek sengketa dalam perkara ini.

"Iya saya mendengar bekas bioskop menurut orang-orang di sini, orang tua di sini, dulu bioskop Mawar," ujar Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, kepada detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Dalam perkara ini, seorang anak bernama Deden menggugat Koswara, ayah kandungnya sendiri. Gugatan ini berkaitan dengan sebagian bangunan yang dikontrak Deden di Jalan AH Nasution, Kota Bandung.

Detikcom mencoba mengecek lahan eks bioskop tersebut yang lokasinya berada di dekat Alun-alun Ujungberung Jalan AH Nasution. Ada beberapa bangunan yang disekat untuk digunakan area niaga. Terlihat pula beberapa toko seperti warung makan, kios pulsa, hingga warung kelontong.

Warung kelontong inilah yang disebut-sebut dikontrak Deden. Bahkan di warung tersebut terpasang spanduk yang intinya menerangkan bahwa bangunan tersebut masih dalam tahap proses hukum.

Bukti lahan sengketa merupakan eks bioskop Mawar terlihat dari gerbang di samping deretan toko. Ada gerbang dengan tulisan 'Mawar' di lokasi tersebut.

Yayan baru menginjakkan kaki di kawasan yang masuk RT 01 RW 03 Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung itu pada 2001 lalu. Dia pun mengaku tak tahu menahu soal bioskop Mawar. Kabar mengenai keberadaan bioskop baru dia dengar dari beberapa warga setempat.

"Saya datang ke sini bukan bioskop," kata dia.

Menurut Yayan, berdasarkan keterangan dari orang-orang, bioskop tersebut dulunya milik keluraga Koswara.

"Lahannya punya bapaknya Pak Koswara. Nah Pak Koswara mengelola semuanya," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Deden, Musa Darwin Pane membenarkan bila lahan tersebut merupakan bekas bioskop.

"Iya betul (bekas bioskop). Sudah lama, 1950an mungkin ada. Yang punya ya keluarga itu," kata Musa saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, seorang anak nekat menggugat ayah kandungnya sendiri secara perdata senilai Rp3 miliar. Gugatan itu dilakukan gara-gara masalah rumah.

Gugatan dilayangkan oleh seorang bernama Deden terhadap R. E Koswara. Deden diketahui merupakan anak kedua Koswara. Deden yang selama ini menyewa sebagian lahan milik ayahnya itu untuk bisnis tidak terima tiba-tiba diputuskan kontraknya sepihak.

Sidang gugatan Rp3 miliar dari anak terhadap ayah kandung di Bandung kembali ditunda. Pasalnya, beberapa pihak yang ikut tergugat tidak hadir.

Tergugat yang tak hadir itu di antaranya pihak dari PLN dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kedua pihak yang juga tergugat itu tak hadir dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa (19/1/2021).

"Posisinya PLN sama BPN sama. Kita tidak bisa (hanya) memanggil dua kali, tiga kali. Karena posisinya mereka itu tergugat. Sekarang belum bisa dulu, perlu kelengkapan beberapa pihak yang digugat oleh penggugat," ujar Ketua Majelis Hakim I Gede Suardita saat persidangan.

(dir/ern)