4.761 Nakes di Kota Bandung Sudah Divaksinasi COVID-19

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 19:33 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Ilustrasi (Foto: AP/Oded Balilty)
Bandung -

Sebanyak 4.761 orang tenaga kesehatan yang tersebar di fasilitas kesehatan (faskes) Kota Bandung dinyatakan sudah mengikuti penyuntikan vaksinasi COVID-19.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, empat ribu lebih nakes tersebut setara dengan 21,19 persen dari total target 25 ribu nakes.

"Proses vaksinasi tahap satu di Kota Bandung bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang ada di fasilitas kesehatan sudah mancapai 4.761 orang," kata Oded di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jumat (22/1/2021).

Dia mengatakan vaksinasi Corona tahap pertama ini akan berlangsung hingga April 2021 dan dilanjutkan dengan tahap kedua.

Selain jumlah yang masih bertahap, saat ini pihaknya sudah mendapati nakes yang tidak hadir dalam jadwal vaksinasinya. Nakes yang belum divaksinasi tanpa alasan yang jelas ada sekitar tiga persen.

Lebih lanjut, mereka akan ditindaklanjuti dan dievaluasi apakah akan dipindah jadwal vaksinasi atau diberi peringatan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung.

"Kalau tidak salah tadi tiga persen yang tidak hadir dari totalnya. Ya nanti itu akan dilakukan evaluasi oleh dinas terkait insya Allah," ujarnya.

Oded mengungkapkan, sejak 11-21 Januari 2021 lalu terjadi penambahan kasus aktif COVID-19 mencapai 931 kasus, sehingga total kasus aktif mencapai 1.638 dan kasus kumulatif bertambah 1.324 dengan total kasus mencapai 7.654.

Menurutnya, peningkatan kasus COVID-19 di Kota Bandung salah satunya disebabkan dari hasil tracing yang terus dilakukan, tingkat kesadaran masyarakat yang menurun hingga relaksasi kegiatan sosial dan klaster penyebaran yang mendominasi seperti perkantoran, tempat ekonomi, dan lain-lain.

Simak video 'Ketua Komnas KIPI Jelaskan Alasan Mengapa Kita Perlu Divaksin COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)