Soal Hoaks Vaksin COVID-19, Begini Tanggapan Komisi IX DPR

Rifat Alhamidi - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 15:22 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Sinovac (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Foto: Ilustrasi (AFP/NICOLAS ASFOURI).
Pandeglang -

Komisi IX DPR RI turut mengomentari banyaknya kabar bohong atau hoaks soal vaksin COVID-19. Mereka memastikan vaksin tersebut aman untuk didistribusikan kepada masyarakat karena sudah melewati sejumlah uji klinis dari lembaga ahli di bidang kesehatan.

"Iyah, sudah aman. Kan sudah ada lampu hijau juga dari ketua uji klinis tim kesehatan, jadi sudah tidak perlu ada kekhawatiran," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansori Siregar saat melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Pandeglang, Banten, Jumat (22/1/2021).

Selain itu, Komisi IX juga bisa menggaransikan keamanan vaksin tersebut setelah pemerintah mengeluarkan status emergency use authorization (UEA) atau otoritas penggunaan darurat untuk vaksinasi di Indonesia. Ansori menyatakan, sebelum otoritas ini diberlakukan, pihaknya belum memberikan lampu hijau meski sudah sesuai standar WHO.

"Kami memang menunggu status tersebut, termasuk mewanti-wanti Kemenkes dan Presiden jangan sampai ada vaksinasi sebelum ada EUA ini diberlakukan. Dan sekarang sudah dilakukan, karena secara uji klinis kan vaksin ini memiliki efektivitas 63 persen dari anjuran WHO," beber politisi PKS ini.

Senada mantan Jubir Gugus Tugas COVID-19 Achmad Yurianto ikut memastikan vaksin COVID-19 aman untuk digunakan masyarakat. Masyarakat diminta tidak terpengaruh oleh hoaks yang beredar soal efek samping vaksin karena sudah melalui serangkaian uji klinis.

"Kalau enggak aman ya enggak mungkin bisa dipakai, dong. Saya yakin masyarakat kita paham dan mengerti betul tentang kondisi ini jadi tidak perlu khawatir, kalau misalnya memang enggak aman ya mana mungkin Presiden bisa disuntik," katanya.

Diketahui, sejumlah kabar bohong atau hoaks banyak beredar di media sosial mengenai efek samping pada penerima vaksin COVID-19 buatanSinovac. Mulai darimembesarnya penis hingga 3 inci, penanaman chip atau komponen manajemen sistem dalam vaksin hingga adanya informasi yang menyebutkan bahwa penerima vaksinCOVID-19 buatanSinovac meninggal dunia. Pemerintah sudah memastikan semua informasi tersebut hoaks.

Simak juga video 'MUI Sultra Ajak Warga Tak Ragu Divaksinasi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2