Kabupaten Bandung Zona Merah, Ini Penyebabnya

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 15:53 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Kabupaten Bandung -

Sejak Senin (18/1) Kabupaten Bandung masuk zona merah atau tingkat kerawanan penularan tinggi COVID -19. Sejumlah faktor menjadi penyebab kenapa angka kasus positif terus meningkat di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana mengatakan faktor utama adanya peningkatan kasus positif COVID karena banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG). "OTG ini persentasenya 55-60 persen, lebih banyak," ujar Grace, Kamis (21/1/2021).

Menurut Grace, pasien OTG di Kabupaten Bandung banyak ditemukan di lingkungan keluarga. Maka itu, sambung dia, muncul klaster keluarga yang cukup banyak di Kabupaten Bandung.

"Memang Kabupaten Bandung sekarang masuk ke zona merah, kita akui kita melihat dari kluster keluarga," kata Grace.

Selain itu, Grace menyebutkan, lonjakan kasus banyak terjadi di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Daerahnya Kecamatan Rancaekek dan Cimenyan menjadi kecamatan dengan angka kasus positif yang tinggi.

Dilihat dari @diskominfobdgkab ada 116 kasus positif di Kecamatan Cimenyan. Kemudian, ada 120 kasus positif di Kecamatan Rancaekek.

"Kami akui adanya peningkatan kasus adalah di kecamatan kecamatan yang berbatasan langsung dengan kota. Dalam arti, di situ mobilisasi masyarakat sangat tinggi baik dari kota ke kabupaten dan sebaliknya," ucap Grace.

Di tengah Kabupaten Bandung zona merah, data kasus Corona per tanggal 20 Januari 2021 tercatat jumlah positif sebanyak 5.452 kasus. Angka tersebut terdiri 1.169 kasus yang masih dirawat, 4.153 sudah sembuh dan 130 dinyatakan meninggal.

(bbn/bbn)