Tasik Terendah Penggunaan Masker, Satgas COVID-19: Kita Tidak Diam

Deden Rahadian - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 11:14 WIB
Warga Tasikmalaya abai menggunakan masker.
Foto: Sejumlah warga tasik terlihat tidak menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah (Deden Rahadian/detikcom).
Tasikmalaya -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merilis daerah yang kepatuhan menerapkan protokol kesehatannya rendah, Senin (18/01/21). Kabupaten Tasikmalaya masuk kategori tingkat kepatuhan bermasker paling rendah di Jawa barat.

Fakta di lapangan, ternyata banyak masyarakat yang abai menggunakan masker. Tidak hanya di fasilitas umum seperti pasar tradisional dan terminal, karyawan di instansi swasta hingga pemerintahan masih saja ditemukan yang abai menggunakan masker.

Pantauan detikcom di Pasar Tradisional Singaparna, Selasa (19/1/2021), banyak pedagang dan pembeli yang tidak gunakan masker. Mereka interaksi satu sama lain dengan jarak yang sangat dekat.

Pedagang makanan juga terlihat tidak menggunakan masker. Mereka melayani konsumen sambil berbicara hingga rentan tertular dan menularkan COVID-19. Tukang parkir, sopir dan penumpang angkutan juga banyak yang tidak bermasker.

Ironisnya lagi, sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Tasikmalaya melayani masyarakat tanpa masker. Meski tempat duduk disekat kaca transparan, namun tidak memberikan contoh penerapan protokol kesehatan yang baik.

Sebagian besar warga tidak menggunakan masker karena lupa. Padahal mereka membawa masker namun tidak digunakan dengan baik. Mereka hanya gunakan masker jika oprasi yustisi digelar.

"Lupa pak. Bawa maskermah tiap hari tuh. Saya pake ah malu ditanya bapak," ucap Hasan, seorang pedagang Sayuran di Pasar Tradisional Singaparna.

Sementara itu, seorang sopir angkutan kota mengaku kurang nyaman apabila menggunakan masker. "Kalau saya sih pak engap pake masker teh. Bawa mah bawa tapinya dipake kalau oprasi di jalan. Takut sih dihukum kalau kerazia," kata Amor sopir angkutan kota.

Satgas COVID-19 Kabupaten Tasikmalaya mengklaim telah melakukan upaya sosialisasi, edukasi hingga penegakan disiplin protokol kesehatan. Namun, kesadaran masyarakat dibilang rendah karena jumlah penduduknya tinggi.

"Kita sosialisasi, edukasi dan penegakan disiplin melalui yustisi dilakukan pak. Artinya kita tidak diam. Bahkan sanksi administrasi dan sosial diberlakukan untuk mereka yang abai tidak pake masker," kata Rudi Sonjaya, Kordinator Humas Satgas Covid 19 Kabupaten Tasikmalaya.

Dia menyebut saat ini Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam zona kuning penyebaran COVID-19. "Kalau resiko penularannya justru kita masuk kategori Rendah atau zona kuning," ujar Rudi.

Berdasarkan data yang ada saat ini angka COVID-19 di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 1.538 dengan kasus aktif 194 dan wafat 38 jiwa.

(mso/mso)