Waspada! Jabar Masih Berpotensi Bencana Hidrometeorologi hingga Mei

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 18:50 WIB
special bulkhead to block water during the flood
Ilustrasi (Foto: iStock)
Bandung -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan waspada potensi bencana hidrometeorologis di Jawa Barat. Peringatan waspada tersebut berlaku hingga puncak musim hujan berakhir pada April-Mei 2021.

"Potensi hujan lebat dan sangat lebat memicu becana hidrometeorologis masih terdeteksi di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi (Datin) BMKG Kelas I Bogor Hadi Saputra.

Bencana Hidrometeorologis sendiri memiliki arti bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca di suatu daerah. "Dampak hujan sedang hingga sangat lebat dapat menyebabkan gangguan sosial yang langsung di rasakan masyarakat," ujarnya.

Beberapa kondisi diantaranya yaitu sulit mengendarai kendaraan di jalanan, sebagian kelompok masyarakat terisolir, mulai terjadi kerusakan pada rumah dan bangunan lainnya, sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian dan hewan ternak, atau jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi.

Tidak cukup sampai di situ, gangguan lalu lintas karena jalan utama banjir atau ditutup pun jadi salah satu dampak bencana Hidrometeorologis. Kemudian, mulai terjadi kerusakan pada jalan dan jembatan, gangguan skala sedang dan jangka menengah pada layanan air bersih/minum, listrik dan gas.

"Gangguan skala sedang dan jangka menengah pada operasional sekolah dan rumah sakit, mulai terjadi kerusakan pada tanggul-tanggul sungai. Terjadi longsor, guguran bebatuan atau erosi tanah dalam skala menengah. Volume aliran sungai meningkat/banjir," ucap Hadi.

Selain itu, terjadi kerusakan pada sebagian tanaman, terjadi pendangkalan pada sungai dan bendungan hingga tidak berfungsi, terjadi aliran puing, lahar atau lumpur dalam skala menengah. Menurutnya, beberapa kondisi cuaca buruk pun akan mengganggu perjalanan.

"Penerbangan pesawat dibatalkan atau ditunda, perjalanan kereta dibatalkan, gangguan pada kegiatan di pelabuhan (kapal, perikanan), terjadi genangan air di daerah pesisir atau dataran rendah, aliran banjir berbahaya dan menganggu aktivitas masyarakat dalam skala menengah," jelasnya.

Masyarakat diminta agar tetap tenang dan waspada. Selalu berbagi atau bertukar informasi dengan tetangga sekitar rumah serta memperbaharui informasi melalui media massa maupun media sosial.

"Mencari informasi melalui pihak-pihak terkait kebencanaan. Tidak beraktivitas di luaf rumah jika tidak mendesak dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan," pungkasnya.

(mud/mud)