Soal 25 Relawan Uji Vaksin Terpapar COVID-19, Ini Kata Ridwan Kamil

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 16:33 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbicara mengenai kabar 25 relawan vaksin terpapar COVID-19. Menurut dia, adanya relawan uji vaksin terpapar tak bisa disimpulkan vaksin tersebut gagal.

"Ya, kan relawan itu terbagi dua ada yang disuntik vaksin dan ada yang disuntik plasebo, jadi kalau nanyanya urusan kedokteran maka jangan ke saya ya tapi sebagai relawan pengujian, vaksin itu ada yang disuntik vaksin beneran dan ada yang disuntik plasebo. Nah mungkin saja karena plasebo kan artinya dia cairan netral yang tidak mempengaruhi maka mungkin saja kelompok yang positif itu kelompok yang tidak disuntik vaksin kan tapi plasebo," ujar Kang Emil sapaannya di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (18/1/2021).

"Tapi kalaupun yang divaksin kena Covid, harus diliat dulu jadwal kena Covid-nya," kata Emil menambahkan.

Emil yang juga sesama relawan menuturkan, berdasarkan informasi dari dokter, antibodi vaksin tersebut akan muncul tiga bulan setelah penyuntikan kedua. Seperti dirinya, kata Emil, dia disuntik pertama kali pada Agustus 2020 dan suntik kedua pada September 2020.

"Dari September ke Desember itu terjadi proses antibodi, mungkin saja kenanya sebelum H-30 karena antibodinya belum maksimal, maka dia kena. Jadi cerita itu harus dibedah dan jangan digeneralisir sebagai seolah gagal atau bagaimana, harus satu persatu," kata dia.

Sementara itu bila relawan tersebut terpapar COVID-19 setelah tiga bulan, kata Emil, maka hal itu menjadi pertanyaan.

"Lain halnya kalau sudah dinyatakan di bulan ketiga seperti katanya antibodi saya ini sudah 99 persen dan kena Covid maka itu jadi pertanyaan yang valid. Tapi kalau terjadinya sebelum 30 hari setelah suntikan kedua itu bisa saja karena antibodinya sedang berproses, dia jorok dan tidak 3M, menantang atau kasus selebriti baru sehari disuntik terus malemnya pesta, itu vaksinnya belum berfungsi," ujarnya panjang lebar.

Menurutnya suntikan pertama itu pengkondisian tubuh, suntikan kedua itu merangsang munculnya antibodi. "Antibodi kan dari 0 persen, bisa kenanya lagi 30 atau 25 persen tapi kalau sudah 90 teorinya kabarnya tidak," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Tim Uji Klinis COVID-19 dari Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil mengungkapkan ada 25 relawan uji klinis vaksin sinovac yang terkonfirmasi COVID-19. Relawan positif Corona itu terdiri dari 18 penerima plasebo dan tujuh orang yang telah mendapatkan dua kali vaksinasi.

"Untuk uji klinis kemarin itu kan ada yang dapat vaksin, ada yang dapat plasebo. Nanti dilihat berapa yang sakit dapat vaksin, berapa yang sakit dapat plasebo. Dari hasil kemarin yang dapat vaksin yang sakit (terpapar COVID-19) tujuh, yang dapat plasebo 18 (relawan)," kata Kusnandi di tempat praktiknya, kawasan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (18/1/2021).

Ia menjelaskan adanya relawan yang positif ini menunjukkan efikasi dari vaksin itu sendiri. Sebelumnya tim peneliti di Bandung yang melakukan uji klinis fase tiga vaksin COVID-19 Sinovac menemukan angka efikasi 65,3 persen. Artinya vaksin COVID-19 Sinovac berhasil menurunkan kejadian penyakit sampai 65,3 persen pada partisipan yang disuntik vaksin.

Simak video 'Ridwan Kamil Sebut Warga yang Ditunjuk Vaksinasi Tak Semuanya Hadir':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/ern)