Sepekan PPKM di Garut: Wisata Tutup-GOR Disegel, Kasus Corona Tetap Tinggi

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 15:16 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Garut -

Pemkab Garut melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna menekan penyebaran virus COVID-19. Meski adanya PPKM, angka penambahan kasus Corona di Garut tetap tinggi.

PPKM atau yang disebut Pemkab sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional itu mulai diberlakukan sejak Selasa 12 Januari dan akan berakhir pada Senin 25 Januari 2021. PPKM diberlakukan di 26 dari 42 kecamatan yang ada di Garut. Kebanyakan, PPKM diterapkan di pusat perkotaan seperti di Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler dan Garut Kota.

Sudah sepekan atau tujuh hari PPKM diberlakukan, apa saja yang sudah dilakukan oleh Pemkab Garut?

Dalam surat Keputusan Bupati nomor 443/KEP.13-KESRA/2021 dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan PSBB Proporsional, Bupati Garut Rudy Gunawan telah memerintahkan berbagai hal dalam rangka pelaksanaan PPKM. Ada lima yang menjadi poin instruksi Bupati Rudy dalam surat edarannya. Salah satunya adalah meminta Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 untuk menegakkan disiplin dan pemberlakuan sanksi bagi para pelanggar saat PPKM berlangsung.

Realisasinya, Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang dipimpin Satpol PP menyegel sebuah gelanggang olahraga (GOR) di kawasan Jalan Sudirman, Kecamatan Garut Kota, Minggu (17/1). Kasatpol PP Garut Hendra Gumilang mengatakan GOR ditutup lantaran melanggar jam operasional yang sudah ditentukan oleh Pemda di masa PPKM ini.

"Pada saat tim (Satgas COVID-19) berpatroli, tempat ini masuk buka sampai dengan pukul 10 (malam). Jadi ini yang kita lakukan tindakan karena ini sudah hari ke-6 masih juga melanggar Perbup Nomor 22 tahun 2020," kata Hendra.

Simak video 'Polemik Vaksinasi yang Dibayang-bayangi Kematian':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2