ARZ, Klub Sepeda yang Melegenda di Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 23:13 WIB
ARZ Klub Sepeda di Bandung
Klub sepeda ARZ ini didirikan oleh Deddy Boun di Bandung. (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Tahun 1980-an merupakan masa keemasan bagi sepeda BMX di Kota Bandung. Kala itu, sepeda yang bisa digunakan di hampir segala trek itu naik daun seiring dengan munculnya tontonan bertema BMX, seperti BMX Bandits (1983) dan Rad (1986). Anak-anak muda Kota Kembang kala itu pun berlomba-lomba membuat kelompok atau klub sepedanya sendiri.

Salah satu klub sepeda yang populer kala itu ialah Ability Racing Zigzag atau populer dengan sebutan ARZ. Klub sepeda itu didirikan Deddy Boun pada 1982 di Cihampelas, Kota Bandung. Klub ARZ sempat menjadi raja jalanan Bandung kala itu, selain jumlahnya yang paling banyak, kehadiran klub ini juga kerap kali menyita perhatian publik di sekelilingnya. Pasalnya, klub ini kerap kali mempertontonkan aksi-aksi free style acap kali berkumpul.

"Jadi di Cihampelas itu banyak grup sepeda. Pokonya dulu ada klub sepeda sekampung, dulu ada namanya Boun, dia yang memulai ARZ. Kita ini asalnya beda-beda grup. Saya Sniper, ada Gazile, Jean Miller. Jadi banyak grup. Kemudian Boun menawarkan kami untuk gabung. Katanya jangan suka ribut terus, klub sepeda saya Sniper hanya sedikit anggotanya, ARZ paling banyak. Makanya kita gabung ke ARZ saat itu," ujar salah satu pentolan ARZ, Yuki Arifin Martawidjadja, saat berbincang dengan detikcom di Balepare, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), beberapa waktu lalu.

"Kalau atraksi, pasti itu otomatis, tak melihat lampu merah pasti main free style sebelum lampu hijau. Kita pakai seragam yang sama, ugal-ugalan dari Cihampelas ke Braga tiap jalan, dulu kita akui tidak tertib tapi saat itu memang jalanan tidak seramai sekarang," kenang Yuki.

ARZ Klub Sepeda di BandungPara penggawa ARZ Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Awalnya ARZ, ujar Yuki, sering kali berkumpul di pos SMAN 2 Bandung, perlahan saat jumlah anggota makin banyak tempat nongkrong mereka pun pindah ke Jalan Braga. Ia mengatakan saat itu jalanan Kota Bandung dipenuhi sepeda, sama seperti saat ini.

"Dulu kegiatannya apa? Dulu kegiatannya kita gelar event mini cross balapan, jadi balapannya enggak pernah lap sedikit. Rutenya komplit mulai dari yang keras, sampai yang jumping-nya banyak, lumpur, loncat ke air. Nyemplung ke lumpur, lewati bubuk gergaji. Dulu jadinya menguatkan betis saja dengan cara yang ekstrem, biasanya kita buat trek itu di Cikawao, lalu terakhir di Taman Lalu Lintas," kata Yuki yang kini disibukkan dengan menjadi pendakwah di samping menjadi vokalis band Pas Band.

Sering berlatih dengan trek yang ekstrem membuahkan hasil, tak ayal ARZ menyabet berbagai titel kejuaraan balap sepeda di berbagai daerah di Jawa Barat. Lantaran itu, banyak klub sepeda yang berada di luar Bandung akhirnya tertarik untuk ikut bergabung.

Pentolan ARZ lainnya, Andi Grey mengatakan, hingga tahun 1990-an awal, anggota ARZ telah mencapai 1.000 orang. Anggotanya pun tak hanya remaja, tetapi juga orang desa.

"Kita kembangkan lagi, sampai berkembang ARZ dimana-mana," ucapnya.

ARZ Klub Sepeda di BandungAbility Racing Zigzag lebih dikenal dengan nama ARZ. Klub ARZ didirikan pada tahun 1982. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Momen yang tak terlupakan, kata Andi, saat pawai Bandung Lautan Api. Saat itu banyak klub sepeda yang menghadiri acara tersebut. "Saat itu kepala rombongannya sudah ada di Alun-alun Bandung, tapi ekornya masih di Gasibu," tutur Andi.

Masuk ke tahun 2000, kiprah ARZ mulai meredup dan mulai jarang mengikuti even kejuaraan. "Setelah itu bergabung dengan OSBMX Bandung dan BMX Bandung, jadi merangkul semuanya grup-grup itu atas nama Bandung. Sampai akhirnya ada ARZ Reborn, setelah tiga puluh lima tahun. Intinya ya untuk tetap menjalin persaudaraan, sekarang anggotanya sudah sibuk mengurus anak dan cucu," kata Andi berkelakar.

(yum/bbn)