Kasus di Jabar Tembus Rekor Baru, Satgas COVID-19 Ungkap Penyebabnya

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 20:14 WIB
Poster
ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Penambahan Kasus COVID-19 di Jawa Barat kembali mencetak rekor. Dalam pengumuman kasus baru COVID-19 di Indonesia oleh Satgas COVID-19, Jabar menyumbang 3.095 kasus dari tambahan 12.818 kasus pada Jumat (15/1/2021).

Penambahan kasus ini merupakan yang terbanyak sejak pandemi mewabah pada Maret 2020 lalu. Sehari sebelumnya, penambahan kasus COVID-19 di Jabar sebanyak 2.201 kasus. Hal itu membuat total kasus COVID-19 di Jabar menembus ke angka 107.636 kasus.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, sedianya kasus yang diungkap oleh Satgas COVID-19 nasional sebagian adalah data lama yang baru diumumkan. "Data hari ini (tambahan) 3.095, data lama 2.224," ujar Daud saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (15/1/2021).

Sebelumnya, terkait data kasus COVID-19 yang 'mengendap' di Jabar ini pernah disinggung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam jumpa pers di RSHS Bandung, 14 Januari 2021. Kang Emil,sapaannya, mengatakan ada 10 ribu kasus COVID-19 yang dilaporkan oleh daerah, tapi belum diumumkan pusat.

"Kasus tinggi masih sama, saya buka ada 10 ribu kasus yang sudah terlaporkan oleh lab dan belum diumumkan," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu di RSHS Bandung, Kamis (14/1/2021).

Kang Emil mengatakan, sampai saat ini belum mengerti mekanisme pelaporan kasus COVID-19 di pemerintah pusat. "Saya tidak mengerti apakah 10 ribu akan dicicil atau bagaimana, dibikin heboh, saya tidak paham, tapi kenaikan itu dipengaruhi antrean data yang tidak real time, dan itu saya sampaikan keluhan itu," ujarnya.

Walau begitu, tidak semua 10 ribu kasus yang mengendap tersebut merupakan kasus positif. Laman Pikobar mencatat, dari penambahan 3.095 kasus di Jabar 1.994 orang masih dirawat atau isolasi. 1.074 di antaranya merupakan pasien yang sembuh atau selesai isolasi, sedangkan 27 lainnya adalah kasus pasien meninggal.

(yum/mud)