Ridwan Kamil: Mungkin Raffi Ahmad Tidak Tahu Antibodi Muncul 3 Bulan Usai Divaksin

Erna Mardiana - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 19:27 WIB
Raffi Ahmad divaksin COVID-19
Momen saat Raffi Ahmad divaksinasi di Istana/Foto: dok. Channel YouTube Sekretariat Presiden
Bandung -

Artis Raffi Ahmad jadi sorotan gegara ikut pesta setelah divaksinasi perdana dalam program pemerintah. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun punya pesan bagi Raffi. Ridwan Kamil berbagi pengalaman sebagai relawan vaksin pertama yang disuntik.

"Jadi antibodi muncul setelah vaksin kedua, dan itu tiga bulan. Jadi bulan ketiga, baru muncul. Jadi bertahap minggu pertama 10 persen, bulan ketiga 99 persen. Makanya Prokes tetap harus dipertahankan," ujar Ridwan Kamil saat pertemuan virtual dengan pimpinan redaksi media massa di Jawa Barat, Kamis (15/1/2021).

Menurutnya hal ini kemungkinan tidak diketahui Raffi Ahmad. "Ya mungkin dia tidak tahu," katanya. Karenanya ia mengingatkan Raffi Ahmad dan juga semua orang yang telah divaksinasi, untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

Ia pun berbagi pengalaman saat menjadi relawan ujiklinis vaksin Sinovac. Ia mengaku tidak mengalami efek samping yang berarti, hanya mengalami pegal selama satu jam setelah vaksin dan kerap mengantuk tiga hari kemudian.

"Saya tidak mengalami demam, bengkak enggak terjadi, ada gosip perpanjangan alat enggak terjadi, saya ukur masih normal," ujarnya setengah becanda.

Ia meminta warga Jawa Barat untuk tidak takut divaksin karena sudah ada jaminan dari BPOM dan juga fatwa halal dari para ulama di MUI. "Saya dulu pas mau vaksin, istri dan orangtua juga enggak setuju karena ini berisiko. Saya divaksin oleh barang yang belum yakin, sekarang mah BPOM udah keluar, udah ada fatwa ulama," katanya.

Ridwan Kamil menargetkan 36 juta lebih warga Jabar yang akan divaksin dalam empat tahap ini bisa dilakukan dalam waktu paling lama 15 bulan. "Kami ingin mempercepatnya menjadi 12 bulan atau bisa berhasil dalam 6 bulan. Kalau ini, minimal kita harus punya 2 ribu fasilitas kesehatan dan 30 ribuan penyuntik, ini sedang kami usahakan," tegas Kang Emil, panggilan akrabnya.

Ia kembali mengingatkan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat agar program vaksinasi sebagai herd immunity berhasil dilakukan. "Sekali lagi ingat, antibody itu muncul tiga bulan setelah divaksin," tegasnya.

(ern/err)