7 Nakes Jalani Vaksinasi di Puskesmas Antapani Bandung

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 18:02 WIB
Tenaga kesehatan di Bandung jalani vaksinasi di Puskesmas.
Foto: Tenaga kesehatan di Bandung jalani vaksinasi di Puskesmas (Siti Fatimah/detikcom).
Bandung -

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kota Bandung mulai dilakukan. Beberapa Puskesmas telah mendapatkan dosis vaksin, dan langsung diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) salah satunya di Puskesmas Antapani, Jalan Majalaya, Kota Bandung.

Kepala Puskesmas Antapani Sutimas mengatakan pihaknya telah memberikan vaksin kepada 7 orang nakes pada Kamis (14/1/2021) ini. Enam nakes dari Puskesmas dan satu nakes dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Dia mengatakan dari total 24 nakes beberapa juga akan melakukan vaksinasi di lingkup kerjanya. "Sisanya ada yang di Hermina karena bekerjanya di sana," ujar Sutimas saat ditemui detikcom.

Di Antapani, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan 5 hari dalam seminggu karena sasarannya kurang lebih 30 ribu orang. "Jadi pos nya itu tidak terlalu banyak per harinya. Petugas pun pada saat hari vaksinasi tidak melayani pasien sakit karena harus diyakinkan sehat. Karena yang harus divaksin itu harus yang sehat," katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan proses pemberian vaksin dari mulai teregister di aplikasi Piker hingga ke ruang evaluasi pemantauan. Setidaknya ada empat proses yang harus dilalui.

"Terdaftar di Piker, input tiket, sesudah itu screening tidak hanya gejala COVID-19 saja PTN tanda vital, dan gula darah di meja 3," ujar Sutimas.

Jika dinyatakan lolos, nakes akan dilanjutkan masuk ke ruangan vaksinasi dan dilakukan tindakan evaluasi selama 30 menit untuk melihat gejala atau efek samping. "Jadi enggak boleh langsung pulang, kita pantau efek samping seperti pusing, nyeri hebat atau syok mudah-mudahan enggak ada," tuturnya.

"Gejala enggak ada paling pegel ringan, itu semua jenis vaksin sama. Efek samping berat tidak ada. Vaksin itu kan daya tahan yang dimasukan ke dalam tubuh untuk merangsang daya tahan tubuh. Setelah Divaksin pun tetap harus melaksanakan protokol kesehatan," sambungnya.

Kemudian, jika dinyatakan tidak lolos di fase screening maka yang bersangkutan akan dibatalkan atau ditunda. Sutimas mengatakan, ada beberapa kondisi yang menyebabkan nakes tidak boleh diberi vaksin.

"Yang tidak dilakukan vaksinasi itu contohnya penyintas COVID-19, ibu hamil, ibu menyusui, punya riwayat penyakit kronis," ujarnya.

"Kalau misalnya ada yang tidak terpenuhi bisa ditunda atau dibatalkan. Divaksinasi itu yang betul-betul sehat kalo misalnya batuk pilek itu ditunda dan proses penjadwalan ulangnya by system," ujarnya.

Setelah mendapatkan vaksinasi pertama, Sutimas juga meyakinkan dalam dua pekan selanjutnya akan diberikan vaksinasi tahap kedua.

(mso/mso)