Duh! Warga Kuningan Serbu Taman di Tengah Pemberlakuan Pembatasan Baru

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 16:52 WIB
Warga serbu taman di Kabupaten Kuningan.
Foto: Warga serbu taman di Kabupaten Kuningan (Bima Bagaskara/detikcom).
Kuningan -

Taman Kota Kuningan menjadi lokasi wisata dadakan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Taman Kota Kuningan yang masih dalam proses penyelesaian revitalisasi itu tampak menarik minat warga untuk datang. Pantauan detikcom Kamis (14/1/2021), puluhan hingga ratusan warga tampak memadati area taman kota yang berdekatan dengan Masjid Syi'arul Islam.

Warga yang datang memanfaatkan tampilan baru Taman Kota Kuningan untuk berswafoto dan bersantai. Jalanan yang masih ditutup juga membuat warga yang datang betah berlama-lama di lokasi tersebut.

Radea salah seorang pengunjung mengatakan dirinya dan tiga orang rekannya datang untuk melihat wajah baru Taman Kota Kuningan. Selain melihat-lihat, berswafoto jadi hal yang dilakukan Radea dan warga lainnya.

"Pengen ke sini aja sama teman-teman, di sini main-main dan foto-foto, bagus sih tempatnya beda banget dari yang dulu," kata Radea saat diwawancarai.

Melihat kondisi Taman Kota Kuningan yang ramai dipadati warga, Radea mengaku tidak takut tertular virus corona. Menurutnya yang penting ia dan teman-temannya sudah menjaga protokol kesehatan.

"Rame sih tapi enggak takut kena Corona yang penting jaga jarak dan pakai masker," pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan Helen. Meski merasa khawatir akan penularan virus Corona, namun ia tetap datang untuk melihat langsung Taman Kota Kuningan yang belakangan sedang ramai diperbincangkan.

"Lebih luas dari sebelum, lebih rapih. Agak takut sih tapi yang penting jaga protokol," ujar Helen.

Menanggapi Taman Kota Kuningan yang ramai didatangi warga, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kuningan Agus Mauludin menegaskan akan membatasi warga yang datang untuk menghindari terjadinya kerumunan.

"Mulai minggu depan tidak akan seperti itu lagi, petugas wajib menindak kalau ada kerumunan. Kalau cuma sebatas foto-foto saja mah tidak ada masalah yang penting tidak berkerumun," ujar Agus.

(mso/mso)