Bupati Bandung Barat Sempat Menolak Umumkan Dirinya Positif COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 14:47 WIB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara
Foto: Bupati Bandung Barat Aa Umbara (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan istrinya Yuyun Yuningsih Umbara dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani swab test.

Berdasarkan keterangan dari dokter yang mengawasi dan menangani bupati dan istrinya, hingga hari ini terhitung sudah 12 hari Aa Umbara terpapar COVID-19, namun sudah melewati masa kritisnya.

Keterangan soal positifnya orang nomor satu di Bandung Barat itu sekaligus menjelaskan kemana hilangnya Aa Umbara selama 12 hari belakangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banding Barat Asep Sodikin mengatakan sejak awal tahun ini, Aa Umbara Sutisna absen dari kegiatan berbagai pemerintahan sehingga muncul isu dirinya terpapar COVID-19.

"Awalnya saya tanya ke ajudan katanya (Aa Umbara) lagi istirahat karena sakit. Isunya ada yang bilang tifus dan lain-lain karena sakitnya lebih dari seminggu," ungkap Asep kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Kemudian dirinya menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mencari informasi. Hingga akhirnya didapati jawaban bahwa Aa Umbara terkonfirmasi positif COVID-19.

"Saya sendiri tidak bisa menghubungi beliau. Tapi akhirnya Selasa (12/1/2021) malam bisa dihubungi. Karena beliau pejabat publik harus ada kejelasan, tidak ada simpang siur, memang betul Pak Bupati dan istri positif COVID-19," jelasnya.

Soal tidak mengumumkan sejak awal soal positifnya Aa Umbara, alasan yang disampaikan oleh yang bersangkutan karena tidak ingin merepotkan semua pihak sehingga memilih bungkam terkait kondisinya.

"Beliau awalnya enggak mau ribut, ingin sehat dulu baru disampaikan kalau sempat positif COVID-19. Tapi karena beliau pejabat publik, semua harus disampaikan apalagi kan mau suntik vaksin. Nanti malah bertanya-tanya kenapa (Aa Umbara) menghilang," tegasnya.

Selain memilih tidak mengumumkan dirinya positif COVID-19, Aa Umbara juga menolak dirawat di rumah sakit meski masuk kategori bergejala bahkan sampai sempat kritis. Dirinya memilih dirawat di rumahnya dengan bantuan alat dan perawatan dari dokter pribadinya.

"Informasi yang dijelaskan dokter ada gejala klinis bahkan sampai disiapkan rumah sakit. Hanya Pak Bupati menolak, ingin di rumah saja. Jadi segala sesuatu disiapkan di rumah saja," terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan KBB Hernawan Widjajanto menambahkan pihaknya sudah melakukan tracing terhadap kontak erat dengan Aa Umbara dan istrinya. Hasilnya ada 52 orang yang langsung dites dengan rapid antigen.

"Kontak erat terdekat dari keluarga tim, sampai saat ini negatif," ujarnya.

(mso/mso)