Pakar Unpas Ungkap Alasan Pelaku Ekonomi Perlu Prioritas Divaksin

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 11:36 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Pakar Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengatakan pelaku ekonomi perlu menjadi prioritas penerima vaksin COVID-19 setelah tenaga kesehatan (nakes).

"Saya kira iya, dengan adanya kriteria-kriteria tertentu. Karena selain nakes berdampak pada penanganan Covid, kita juga butuh pemulihan ekonomi melalui pergerakan aktivitas ekonomi secara terbatas," kata Kartabi saat dihubungi detikcom, Rabu (13/1/2021).

Dia mengatakan, hal tersebut berkaitan dengan tujuan pemerintah dalam pemulihan ekonomi. "Persis. Kaitannya dengan pemulihan ekonomi maka beragam aktivitas dunia usaha dengan kriteria tertentu juga perlu dimasukkan sebagai bagian dari prioritas (penerima vaksin)," ucap Kartabi.

Kriteria yang ia maksud seperti jenis bidang usaha industri manufaktur atau labour intensive. Alasannya, mereka menggunakan tenaga kerja yang banyak serta mobilitas tinggi.

Selain mendukung pemulihan ekonomi, dia mengungkapkan ada alasan lain mengapa pelaku ekonomi perlu diprioritaskan. Kasus positif COVID-19 di sektor usaha diduga sering disembunyikan karena bersifat sensitif dengan kegiatan usahanya.

"Yang diharapkan cluster positif Covid di industri dan perkantoran dapat dikurangi, sehingga bisa memantapkan proses rangkaian pemulihan ekonomi. Terus Karena di sektor usaha lebih sensitif, biasanya kasus positif di kalangan usaha ada dugaan sering dirahasiakan, karena efeknya pada kepercayaan akan komoditas barang dan jasa yang dihasilkan," tutur Kartabi.

Ia mencontohkan pada sektor kuliner, saat ada pegawai atau manajemen yang positif maka diduga akan dirahasiakan karena bisa berpengaruh pada penjualan. "Kalau itu terjadi kan bisa berbahaya, apalagi kalau solusi yang dilakukan perusahaan tidak optimal. Saya kira memang belum ada investigasi dan publikasi yang lengkap mengenai itu. Tapi melihat fenomena yang terjadi belakangan kondisi tersebut sangat memungkinkan," ucap Kartabi.

Saat ditanya mengenai perlunya penambahan stok vaksin, Kartabi setuju asalkan dapat dipastikan evaluasi ke-efektivitasannya. "Buat apa kalau asumsinya vaksin ditambah tapi kurang efeknya dalam pencegahan pandemi. Vaksin itu adalah salah satu harapan utama kita bagi pemulihan ekonomi, maka saya berharap efeknya terasa dalam penurunan kasus positif COVID-19," kata Kartabi.

(bbn/bbn)