Secapa AD Bandung Jadi RS Darurat COVID-19, Tampung 180 Pasien Bergejala Ringan

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 14:46 WIB
RS Darurat Secapa AD Bandung
Foto: Yudha Maulana
Bandung -

Barak-barak prajurit di Secapa AD yang terletak di Hegarmanah, Kota Bandung dikonversi menjadi rumah sakit darurat COVID-19. Rumah sakit tersebut bisa menampung hingga 180 pasien yang memiliki gejala ringan.

Di sana tersedia empat barak yang disediakan, tiga di antaranya menjadi ruang isolasi bagi pasien bergejala ringan dengan kapasitas 60 pasien per barak. Saat ini fasilitas berupa alat kesehatan, tempat tidur dan obat-obatan telah siap digunakan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, fasilitas ini merupakan dukungan TNI AD dalam menanggulangi wabah COVID-19 di Jawa Barat. Pasalnya, saat ini tingkat keterisian tempat tidur di Jabar terus meningkat.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, tingkat keterisian rumah sakit mencapai 77 persen, namun tingkat keterisian tersebut menurun ke angka 60 persen jika digabungkan dengan tempat perawatan dan isolasi non rumah sakit seperti BPSDM di Kota Cimahi.

"Alhamdulillah fasilitas ini diberikan oleh KSAD, oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Andika beserta jajaran, Mayjen Feri selaku Komandan Secapa AD yang sudah menyediakan tempat istimewa ini, dalam rangka kesiapan kita dalam penanggulangan covid, di mana bed occupancy ratio di Jawa Barat memang sedang meningkat, walau pada minggu ini menurun sedikit," ujar Kang Emil di Secapa AD, Selasa (12/1/2021).

Kang Emil mengatakan, tempat perawatan ini sangat memadai. Suasananya pun tenang. "Seharusnya orang yang ke sini bisa sembuh lebih cepat karena suasananya rileks," ujarnya.

Ia mengatakan, pasien yang masuk Secapa AD tidak hanya terbatas untuk wilayah Bandung saja. Tetapi juga terbuka untuk pasien dari wilayah Priangan seperti Tasik, Garut, Kabupaten Bandung dan wilayah lainnya yang tingkat keterisian ruang rawat dan isolasinya penuh.

"Dipersilakan datang ke sini dengan fasilitas dari kami secara gratis," katanya.

Namun sebelum masuk, pasien yang didiagnosa mengalami gejala ringan akan diperiksa kembali di IGD yang terletak di lingkungan Secapa AD. "Dokter dan perawat ada 32 orang, untuk sementara didatangkan dari RS Dustira AD di Cimahi. Sehingga RS pengampunya adalah RS Dustira Cimahi," katanya.

(yum/ern)