Pramugari SJ182 Asal Bandung Barat Punya Mimpi Buka Kedai Kopi

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 15:19 WIB
Seorang pramugari asal di Bandung Barat menjadi koran Sriwajaya Air
Pramugari Sriwijaya Air yang jatuh (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Oke Dhurrotul Jannah (23), pramugari NAM Air, crew tambahan di Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, beberapa hari lalu, ternyata memiliki mimpi menjadi seorang pebisnis.

Perempuan warga Kampung Manglayang, RT 03/01, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, itu berencana membuka kedai kopi dengan saudaranya.

Destri Nurhayati (24), adik sepupu Oke mengatakan sebetulnya ia dan kakak sepupunya itu tengah mengumpulkan modal demi merealisasikan mimpi mereka memiliki kedai kopi.

"Almarhumah itu kan setiap hari selalu chatting sama saya. Dia punya cita-cita ingin buka coffee shop, makanya dia kerja keras. Rencana kita buka coffee shop itu bulan depan," ungkap Destri, Senin (11/1/2021).

Namun kenyataannya berbeda seperti apa yang mereka rencanakan. Oke ternyata ada di dalam manifest penumpang pesawat Sriwijaya Air yang jatuh beberapa waktu lalu.

Oke sendiri terakhir bertemu dengan pihak keluarga pada malam pergantian Tahun Baru yang lalu. Usai kehangatan kebersamaan keluarga, Oke berpamitan untuk menjalankan tugasnya sebagai pramugari di Jakarta.

Komunikasi terakhir, Oke berpamitan untuk bekerja pada keluarga sekitar satu jam sebelum Sriwijaya Air lepas landas menuju Pontianak, Kalimantan Barat. Komunikasi itu biasa Oke lakukan setiap berangkat dan pulang kerja.

"Jam 13.30 (Sabtu kemarin) kakak saya menghubungi saya untuk berangkat kerja. Terus jam 14.30 saya dapat berita ada pesawat yang jatuh," tutur Destri.

Destri tidak pernah menyangka jika Oke akan masuk dalam daftar korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Sebab, sepengetahuan keluarga Oke bukanlah pramugari pesawat tersebut.

"Iya betul dia ada di manifest penumpang Sriwijaya Air. Dia ke Pontianak itu memang kerja, karena pramugari. Cuma setahu keluarga dia itu di NAM Air, bukan Sriwijaya, makanya pas dapat kabar dia ada di Sriwijaya Air kita kaget," jelasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak Sriwijaya Air, ternyata Oke saat itu menjadi crew tambahan untuk penerbangan Sriwijaya Air dari Pontianak ke Jakarta. Sementara dari Jakarta ke Pontianak, Oke tercatat dalam manifes sebagai penumpang.

"Kenapa ada di Sriwijaya Air, ternyata karena dia kinerjanya baik. Jadi pihak Sriwijaya Air minta cabutan tenaga bantuan karena masih satu perusahaan. Kebetulan katanya dia sekalian ngambil jam terbang juga," katanya.

(mud/mud)