Warga Pangandaran Nantikan Pembangunan Alun-alun Paamprokan

Faizal Amiruddin - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 13:33 WIB
Warga Pangandaran menantikan pembangunan Alun-alun Paamprokan
Warga Pangandaran menantikan pembangunan Alun-alun Paamprokan (Foto: Faizal Amiruddin)
Pangandaran -

Pantai Pangandaran kini memiliki ruang publik baru yang bisa dijadikan tempat menghabiskan waktu di akhir pekan. Ruang publik tersebut adalah alun-alun Paamprokan yang terletak di Jalan Pamugaran Pangandaran. Meski belum sepenuhnya selesai dibangun, tapi alun-alun ini mulai hits menjadi tempat nongkrong anak-anak muda Pangandaran.

Sejumlah warga pun mengaku sudah tak sabar menantikan alun-alun Paamprokan selesai dibangun. "Katanya akan selesai tahun baru 2021, tapi sampai sekarang belum selesai. Penasaran sama pembangunan menara pantaunya. Pasti bagus kalau berfoto di atas menara," kata Dewi Herawati warga Desa Babakan Pangandaran, Jumat (8/1/2021).

Alun-alun itu awalnya disebut-sebut hendak bernama Splash Park, namun Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memilihkan nama yang lebih "nyunda" yaitu alun-alun Paamprokan. "Ruang terbuka publik ini saya beri nama Paamprokan. Artinya tempat pertemuan. Kalau dipanjangkan Paamprokan berarti Pangandaran menyediakan pariwisata objek pantai," kata Emil, saat peletakan batu pertama beberapa waktu lalu.

Pembangunan alun-alun ini memanfaatkan lahan milik pemerintah provinsi Jawa Barat, sementara pembangunannya memanfaatkan dana CSR dari sebuah perusahaan properti yang memiliki lahan persis di belakang lahan tersebut.

Setelah selesai dibangun nanti, alun-alun ini bisa dimanfaatkan oleh semua pihak terutama masyarakat Pangandaran.

Pembangunan alun-alun ini nantinya akan memiliki spot ikonik yaitu menara pantau setinggi 16 meter dengan pemandangan laut Pangandaran. Pembangunan ini juga sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas sarana penunjang pariwisata Pangandaran. Selain sebagai penopang aktivitas pariwisata, alun-alun juga berfungsi sebagai sarana kegiatan masyarakat Pangandaran di berbagai bidang, baik keagamaan, seni, budaya dan lainnya.

Sebelumnya Direktur Pancajaya Makmur Bersama (PMB) Alif Joko sebagai pihak swasta yang memberikan CSR tersebut menjelaskan di atas lahan seluas 1,8 hektar pihaknya akan membangun beberapa fasilitas, diantaranya plaza atau pendopo, jogging track, playground, mushola, toilet, fasilitas kebugaran dan lainnya. *

(mud/mud)