Ribuan Siswa SMP di Cimahi Alami Masalah Selama PJJ

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 12:32 WIB
Masa Pengenalan Sekolah Dengan Metode Daring
Foto: Istimewa
Bandung -

Sedikitnya ada 2.300 siswa SMP di Kota Cimahi terindikasi mengalami masalah dan kesulitan selama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi COVID-19.

"Kita catat setidaknya ada 2.300 anak yang diindikasikan bermasalah dalam penyelenggaraan PJJ dari total 21.228 siswa yang menjalani PJJ," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono, Jumat (8/1/2021).

Berbagai masalah yang membelit siswa selama PJJ misalnya tidak mengumpulkan tugas yang diberikan sehingga para guru tidak memberikan nilai terhadap siswa tersebut.

Imbas dari permasalahan selama PJJ itu, rapor ribuan siswa SMP masih tertahan di sekolah karena ada nilai-nilai yang memang belum tuntas.

"Padahal tugas-tugas itu kan kewajiban, tapi nilainya kosong. Pembagian rapor selama PJJ ini juga secara online, meski ada yang diambil manual karena dengan berbagai kendala," terangnya.

Tak hanya soal tugas, permasalahan lain yang dialami siswa dan guru selama PJJ yakni tingkat kehadiran siswa yang rendah bahkan anak sama sekali tidak mengisi absensi kehadiran.

"Tingkat kehadiran siswa selama PJJ ini memang sangat rendah, bahkan ada yang sama sekali enggak pernah absen," tuturnya.

Harjono menjelaskan ada berbagai faktor sehingga ribuan siswa tersebut mengalami berbagai permasalahan seperti hambatan dalam mengakses teknologi. Alasan lainnya, anak-anak tersebut diduga tidak memiliki pendamping ketika melaksanakan pembelajaran daring.

"Banyak faktor, dari mulai dia enggak punya ponsel, ada yang satu ponsel dipake banyak orang, atau dia enggak punya kuota. Atau masalah pendamping karena orangtuanya sibuk bekerja, jadi tidak terawasi," jelasnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya sudah menginstruksikan setiap sekolah untuk memanggil para orangtua atau wali muridnya. Tujuannya, supaya ada solusi dibalik permasalahan tersebut.

"Kalau masih seperti ini, mereka kalau gak naik kelas mereka bisa milih DO (drop out). Makanya harus diselesaikan terutama masalah nilai-nilainya," tegasnya.

(wip/ern)