Petani Cirebon Keluhkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 17:35 WIB
Petani Cirebon
Foto: Petani Cirebon (Sudirman Wawad/detikcom).
Cirebon -

Petani Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan penyaluran pupuk bersubsidi. Terlebih saat ini sudah memasuki musim tanam yang dikhawatirkan bisa berpengaruh terhadap produktivitas padi.

Hal itu dirasakan Kawija, salah seorang petani asal Desa Panguragan Kulon. Kawija mengaku tak mampu membeli pupuk non subsidi. Ia sangat bergantung dengan pupuk subsidi.

Kawija mengeluhkan penyaluran pupuk subsidi yang tak sesuai dengan kebutuhan produksi petani. Di desanya penyaluran pupuk subsidi dibagi rata. Masing-masing petani mendapatkan setengah kuintal, baik yang memiliki lahan satu hektare maupun lebih.

"Petani ingin dapat semua. Kebijakan di toko (penyalur pupuk subsidi) dibagi rata. Sebenarnya saya tidak mau seperti ini. Di pembukuannya itu cuma dapat setengah kuintal. Padahal pemupukan di sawah harus banyak," kata Kawija di Desa Panguragan Kulon, Kamis (7/1/2021).

Kawija mengatakan syarat mendapatkan pupuk subsidi salah satunya memiliki Kartu Tani. Kawija mendesak penyaluran pupuk subsidi harus disesuaikan dengan kebutuhan petani.

"Sekarang sudah masuk usia tanam. Kalau begini hasilnya nanti kurang bagus lah. Karena tidak sesuai kebutuhan," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Panguragan Kulon Kusyono mendesak dinas terkait agar penyaluran pupuk subsidi ke desa-desa sesuai dengan kebutuhan petani. "Ternyata begini. Mohon dengan sangat jangan sampai petani kita dipersulit pupuk subsidi. Nanti yang disalahkan kita (desa). Petani tidak tahu ini dan itu. Begini kan dikiranya ada permainan, padahal kan dari sananya begini. Terutama pemkab supaya bisa merealisasikan pupuk yang baik," kata Kusyono.

Kusyono juga mengeluhkan keterlambatan penyaluran pupuk subsidi. Pasalnya, saat ini sudah memasuki musim tanam. "Yang jadi bingung masa tanam sudah mulai. Ternyata pupuknya kurang (belum sesuai kebutuhan). Jadi, baik yang sehektare, dua hektare, maupun tiga hektare dapat setengah kuintal," kata Kusyono.

(mso/mso)