Curhat Korban Marinir Gadungan: Janji Bawa Nikita Mirzani Saat Lamaran

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 09:42 WIB
Marinir gadungan di Sukabumi diamankan petugas.
Foto: Marinir gadungan di Sukabumi diamankan petugas (Istimewa).
Sukabumi -

Dua korban marinir gadungan berpangkat kolonel di Kabupaten Sukabumi mendatangi Pos AL Palabuhanratu, Senin (4/1) malam tadi. Keduanya ingin memastikan apakah Randi Yovana alias Kolonel Yandi Febrian yang diamankan oleh petugas adalah pria yang menipu mereka.

Salah satu korban, Sy berusia 19 tahun asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi mengaku sudah tertipu habis-habisan oleh Randi. Tidak hanya materi, ia terpaksa menanggung malu karena sudah menyiapkan pesta lamaran di rumahnya pada November 2020 silam.

"Awal mulanya kan dekat bulan September 2020 jadi pas awal hubungan itu dia langsung ngajakin serius. Pertamanya dia ngajak tunangan dulu aja tapi pas bulan Oktober akhir dia ngajak langsung nikah saja," kata Sy kepada awak media, Selasa (5/1/2020).

Dalam rangkaian janji dan kebohongan yang dibuatnya, Randi juga mengaku siap untuk melamar korban pada 14 November 2020. Randi juga menyebut latar belakang keluarganya bekerja di kejaksaan dan sang ayah adalah pemilik tambang batubara di Kalimantan.

"Kan sudah ada perjanjian tanggal 14 November itu lamaran, dia katanya mau bawa keluarganya terus mau bawa Nikita Mirzani artiskan. Dia ngakunya ibunya itu jaksa di Jakarta Timur, ayahnya itu pemilik tambang batubara di Kalimantan," lanjut Sy.

"Katanya mau bawa Nikita Mirzani sama jaksa jaksa terkenal gitu, nah pas tanggal 14 November wajarkan namanya orang kampung yang enggak ada juga diada adain kaya masakan gitu. Keluarga sudah pada kumpul, saudara sudah pada kumpul, nah pas ditunggu enggak ada datang," sambung Sy.

Saat itu Randi mengaku sedang berada di Geopark Ciletuh, ia masih saja berjanji akan melamar hari itu. Namun hingga tanggal 16 November ponsel marinir gadungan itu tidak aktif lagi.

"Tanggal 15 November masih aktif pas saya hubungi, besoknya tanggal 16 sudah enggak aktif. Kita (keluarga) kan was-was ingin tahu kebenarannya gimana, jadi kita maksain datang saya diantar bibi. Katanya kan dia ngomong punya rumah di (Kecamatan) Parungkuda di dekat stasiun, saya cari dari stasiun bawah sampai atas sudah nanya juga ke RT RW nya. Kurang lebih di sana itu kurang lebih 1,5 jam. Ternyata enggak ada atas nama Randi gak ada atas nama Febrian bahkan diliatin fotonya ke orang-orang katanya enggak ada orang ini," ujar Sy.

Sebelumnya, Randi Yovana (21) marinir gadungan berpangkat kolonel dibekuk tim gabungan TNI pada Minggu (3/1) kemarin. Senin (4/1/2021) malam tadi, pria asal Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi itu digelandang ke Mapolres Sukabumi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(sya/mso)