Jabar Hari Ini: Abu Bakar Ba'asyir Bebas-Heboh Deklarasi Tentara Allah

ADVERTISEMENT

Jabar Hari Ini: Abu Bakar Ba'asyir Bebas-Heboh Deklarasi Tentara Allah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 19:30 WIB
Yusril Ihza Mahendra mengunjungi Abu Bakar Baasyir di LP Gunung Sindur, Bogor. Ia mengabarkan bahwa Jokowi telah setuju untuk membebaskan Abu Bakar Baasyir.
Foto: Abu Bakar Ba'asyir (Antara Foto/Yulius Satria Wijaya)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat, Senin (4/1/2021). Mulai dari Abu Bakar Ba'asyir bebas pekan ini hingga dosen Unpad yang diduga sempat jadi Ketua HTI Bandung dicopot dari jabatannya sebagai wakil dekan.

Berikut rangkuman beritanya:

Abu Bakar Ba'asyir Bebas Pekan Ini

Pekan ini, Abu Bakar Ba'asyir menghirup udara segar dari Lapas Gunung Sindur, Bogor. Terpidana kasus terorisme tersebut bebas murni usai menjalani vonis 15 tahun penjara.

"Beliau hukumannya 15 tahun. Setelah mendapat remisi sebanyak 55 bulan," ujar Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Imam Suyudi di kantor Kemenkum HAM Jabar.

Seperti diketahui, Abu Bakar Ba'asyir sendiri dipastikan akan bebas pada pekan ini atau Jumat 8 Januari 2021 dari Lapas Gunung Sindur. Dia bebas murni usai menjalani vonis 15 tahun penjara.

Selana di penjara, Ba'asyir mendapatkan beragam remisi, dari mulai remisi umum hingga remisi sakit berkepanjangan.

"Remisi umum, dasawarsa, khusus, Idul Fitri dan remisi sakit berkepanjangan," ungkap Imam.

Menurutnya, selama menjalani hukuman, Ba'asyir sudah menjalani pidana sesuai dengan ketentuan. "Beliau sudah menjalani pidana dengan baik, dan mengikuti semua ketentuan prosedur SOP pelaksanaan pembinaan keamanan di lapas maksimum sekuriti, Gunung Sindur dan sudah melalui proses pidana itu. Hari Jumat akan kami bebaskan," tuturnya.

Sementara itu, Imam juga mengimbau agar tak ada penjemputan saat Ba'asyir bebas. "Saya berharap kepada santri untuk menunggu di rumah masing-masing karena itu lebih baik," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya kerumunan lantaran saat ini pandemi COVID-19.

"Karena dalam kondisipandemi ini nanti akan terjadi kerumunan yang tidak menguntungkan semua pihak. Nanti akan diantar sampai rumah beliau dan santri menjemput di tempat beliau,"pungkasnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT