Okupansi Hanya 30 Persen, Pengusaha Hotel-Restoran di Cianjur Merugi

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 14:15 WIB
Ketua PHRI Cianjur Nano Idra Praja.
Foto: Ketua PHRI Cianjur Nano Idra Praja (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Minimnya tingkat kunjungan warga, membuat pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Cianjur merugi. Pada libur Natal dan tahun baru saja okupansi hotel hanya sekitar 30 persen.

Ketua PHRI Kabupaten Cianjur Nano Idra Praja mengatakan kebijakan pemerintah yang mengharuskan wisatawan ke Puncak menunjukkan surat bebas COVID-19 sangat berpengaruh untuk bisnis hotel dan restoran.

Bahkan dari 24 Desember hingga 3 Januari, okupansi hotel rata-rata hanya 25-30 persen. Padahal momen Nataru, okupansi bisa mencapai 90 persen.

"Momen Nataru tahun ini jauh dibandingkan tahu lalu. Turunnya lebih dari 50 persen. Rata-rata tingkat hunian di bawah 30 persen," kata dia, Senin (4/1/2021).

Menurutnya, ada hotel yang tingkat huniannya lebih dari 30 persen. Namun itu karena adanya wisatawan yang lolos atau masuk Cianjur saat petugas tak melakukan pemeriksaan.

Nano mengungkapkan tingkat hunian hotel yang di angka 30 persen membuat pengusaha hotel merugi. Sebab untuk menutupi operasional, minimalnya okupansi di angka 40 persen.

"Amannya itu di angka 40 sampai 50 persen. Tidak merugi, tapi hanya cukup untuk biaya operasional. Kalau di bawah itu, apalagi di angka 30 persen, tentu jadinya merugi," kata dia.

Menurutnya saat ini banyak hotel yang masih menerapkan sistem kerja per 10 hari untuk karyawannya. "Jadi dipekerjakan secara bergantian, masuknya hanya 10 hari atau 15 hari untuk pegawainya. Masuk bergantian untuk menekan biaya operasional," kata dia.

Oleh karena itu, Nano meminta pemerintah bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. Dia mempersilahkan pemerintah untuk menindak hotel yang memang tidak menjalankan protokol kesehatan.

"Silahkan tindak yang tidak menjalankan prokes. Tapi buat kebijakan yang tidak merugikan rekan-rekan di bisnis perhotelan, wisata, dan restoran. Ambil kebijakan yang saling menguntungkan," tegasnya.

Di sisi lain, Manager Marcom Le Eminence Hotel Muhamad Rizki Sutrisna mengungkapkan jika tingkat hunian di momen Nataru tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

"Tingkat hunian rendah, maksimal hanya di angka 40 persen, tapi rata-rata 30 persen. Dan memang benar okupansi di angka itu hanya cukup untuk operasional," ujarnya.

Simak juga video 'Bantahan Bio Farma soal Sederet Hoax Vaksin Covid-19 Sinovac':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)