Polisi Gadungan Bersenpi Diduga Terlibat Penembakan Warga di Palabuhanratu

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 28 Des 2020 20:03 WIB
Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila
Foto: Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Tiga orang polisi gadungan ditangkap setelah terlibat rangkaian aksi perampokan di wilayah hukum Polres Sukabumi. Berbekal pistol modifikasi ketiganya tidak segan melukai korban dan merampas motornya.

Polisi menduga, para pelaku terlibat dengan aksi pembegalan sepeda motor di Kampung Cipatuguran, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi pada November lalu. Saat itu, seorang warga berinisial Je mengalami luka tembak di kaki kirinya.

"Dugaannya begitu tapi secara alat bukti itu kita masih belum bisa meyakinkan A1 nya. Ya kalau misalkan, kalau secara faktual sih kita mengarah iya tapi untuk secara ininya (perkara) sih kita belum bisa mengatakan A1," kata Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila kepada detikcom, Senin (28/12/2020).

Selain senpi hasil modifikasi dari air gun, ada kemiripan rangkaian aksi kejahatan yang dilakukan pelaku kepada korbannya.

"Masih diduga (mereka) adalah pelaku karena rangkaian seperti itu, karena posisinya malam si korban itu tidak yakin bahwa itu pelakunya," lanjut Rizka.

Berdasarkan informasi yang diterima terdapat 16 TKP aksi dari para pelaku. TKP penembakan yang memakan korban Je memang tercantum yakni di kawasan PLTU Palabuhanratu.

Sebelumnya soal kasus yang menimpa Je diberitakan terjadi di kawasan Pantai Batu Bintang, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (11/11), sekitar pukul 21.30 WIB. Sepeda motor milik korban dirampas begal.

"Kejadian tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Lokasi kejadian di di area wisata Pantai Batu Bintang," kata Paur Humas Polres Sukabumi Ipda Aah Saepul Rohman kala itu.

Aah tidak menjelaskan lebih rinci soal kejadian tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa kasus tersebut tengah ditangani personel Satreskrim Polres Sukabumi.

"Saat ini Sat Reskrim telah melaksanakan penyelidikan terhadap kasus ini," kata Aah singkat.

(sya/mso)