Kekurangan Anggaran, Pembangunan Gerbang Geopark Ciletuh Dilanjut 2021

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 28 Des 2020 18:04 WIB
Pembangunan gerbang geopark ciletuh Sukabumi dilanjut tahun depan
Pembangunan gerbang geopark ciletuh Sukabumi dilanjut tahun depan (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Meskipun menghabiskan anggaran Rp 927 juta, pembangunan Gerbang Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tidak selesai tahun ini. Rencananya pembangunan gerbang akan berlanjut ke tahun depan.

Pantauan detikcom, titik pembangunan gerbang tersebut berlokasi di Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu. Hanya terlihat pondasi awal dan sodetan tebing yang rencananya akan berdiri gerbang megah di atasnya.

Kondisi tidak selesainya proyek tersebut disoal sejumlah pihak yang menganggap pekerjaan proyek itu tidak melalui perencanaan yang matang.

"Sejak awal sudah mencolok, mulai dari dugaan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan sebelum keluarnya Surat Perintah Kerja (SPK) dengan alasan waktu yang sempit dan cuaca hingga pihak kontraktor yang tidak ada koordinasi dengan pihak desa setempat," ungkap Ripal Pirmansyah, warga Palabuhanratu yang juga pemerhati kebijakan publik Sukabumi kepada detikcom, Senin (28/12/2020).

Ripal yang mengaku mengetahui proses awal pembangunan gerbang Geopark itu juga menyebut banyak persoalan yang muncil hingga berujung pada tidak tuntasnya pembangunan gerbang tersebut.

"Etika dan estetika teknik sama sekali enggak di laksanakan oleh pihak rekanan, berikut kurangnya koordinasi dengan pihak terkait. Perencanaan hingga proses pembangunan yang akhirnya terlihat tidak tuntas seperti sekarang," lanjut Ripal.

"Terindikasi adanya pemanfaatan markup anggaran dengan dibangunnya proyek tepat di lokasi dimana ada pekerjaan cut and fill di areal yang sebelumnya telah dikerjakan oleh pihak lain yang bukan dari anggaran Pemda Kabupaten Sukabumi. Untuk kepentingan pengurugan areal samping SPBU maka kami minta keterbukaan informasi atas perencanaan dan penganggaran berikut rencana anggaran biaya yang dibuat untuk diinformasikan secara terbuka di hadapan publik," sambungnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi Puji Widodo membenarkan progres pembangunan gerbang tersebut hingga saat ini masih dalam proses.

"Kita diskusikan waktu itu terkendalanya di tanah, ada yang ini di belokan, ada sebelah kanan di jual sebelah kirinya enggak. Akhirnya dari situasi yang ada mengerucutlah ke yang ini (lokasi) yang sekarang. Juga dikomunikasikan dengan pimpinan walaupun itu kan biayanya di murni itu di anggarkan satu milyar harapannya satu milyar itu selesai namun ternyata setelah tempatnya di situ itu kan baru sebatas cut and fill dan pondasi nanti dilanjutkan tahun 2021," beber Puji.

Gerbang tersebut tadinya memang digadang-gadang untuk memyambut penilaian (ulang) oleh UNESCO karena gerbang merupakan syarat penilaian nantinya. Namun Puji berkilah, selain gerbang yang dibangun saat ini sudah ada gerbang yang dibangun melalui CSR salah satu bank.

"Pertanyaan untuk menyambut penilaian (UNESCO) di 2021 kalau (misalkan) tadi di bulan April, enggak tahu bulan Juni secara logika enggak akan ke kejar. Tapi untuk kaitannya dengan rekomendasi dari UNESCO yang gerbang itu kita sekarang kan ada CSR dari Bank Jabar," pungkas dia.

(sya/mud)