Mengenal Nyo dan Mblep Topeng Legendaris Khas Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 15:46 WIB
Nyo dan Mblep topeng legendaris khas Cirebon.
Foto: Nyo dan Mblep topeng legendaris khas Cirebon (Sudirman Wawad/detikcom).
Cirebon -

Nyo dan Mblep, dua karakter topeng humor atau bodor legendaris khas Cirebon, Jawa Barat. Nyo dan Mblep adalah gambaran badut era Sunan Gunung Jati.

Topeng Nyo dan Mblep menjadi bagian benda bersejarah koleksi Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Nyo dan Mblep adalah bagian yang tak terpisahkan dari pagelaran tari topeng lima wanda, yakni Panji, Samba, Rumyang, Patih dan Kelana. Topeng lima wanda memang populer di Cirebon. Nyo dan Mbleb bagian pengiring tarian topeng lima wanda.

Bentuk topeng Nyo dan Mblep adalah gambaran dua wanita yang centil. Keduanya memiliki bentuk sangat berbeda dengan topeng lima wanda. Wajahnya terlihat unik dan lucu. Nyo memiliki bentuk bibir manyun kesamping dan menor. Sedangkan Mblep memiliki bentuk pipi yang tembem.

"Nyo itu dari kata menyon (manyun kesamping) dalam bahasa Cirebon. Mblep itu dari kata semblep, artinya tembem atau chubby," kata Elang Iyan Ariffudin selaku Ketua Unit Kepurbakalaan Keraton Kacirebonan saat berbincang dengan detikcom, Selasa (22/12/2020).

Iyan menjelaskan Nyo dan Mblep selalu tampil dengan tingkah yang lucu. Penari topeng Nyo dan Mblep harus memiliki selera humor yang tinggi. Kedua karakter ini harus bisa menghidupkan panggung pagelaran, utamanya saat menjadi pengiring tari topeng lima wanda.

"Topeng lima wanda itu sudah ada sejak era Nyi Mas Gandasari atau Sunan Gunung Jati. Di era itu Nyo dan Mbleb sudah ada. Mereka (Nyo dan Mblep) selalu menghibur. Ya, bisa dibilang badutnya era Sunan Gunung Jati. Bahkan, sudah ada sebelum badut itu sendiri muncul," kata Iyan.

Iyan menambahkan kostum Nyo dan Mblep berbeda dengan topeng lima wanda. Mengenakan baju yang lucu, kain seadanya dan lainnya. "Mereka muncul sebelum tarian lima wanda digelar. Perannya juga bisa sebagai MC," kata Iyan.

Iyan menerangkan topeng lima wanda merupakan salah satu syiar Islam dan kehidupan yang dilakukan para Wali Sanga. Sunan Kalijaga disebut-sebut sebagai sosok penting dalam seni tari topeng ini. Nyo dan Mblep sejatinya Nyo dan Mblep menjadi bagian penting. Sebagai penghibur penonton yang menyaksikan tari topeng.

Sayangnya, tari topeng bodor ini jarang ditampilkan. Tak sedikit pagelaran tari topeng lima wanda yang tak melibatkan Nyo dan Mblep. Iyan berharap Nyo dan Mblep bisa tetap eksis.

"Sekarang paling pagelaran itu bisa dihitung. Ya dua kali dalam setahun, saat milad dan acara resepsi. Nyo dan Mblep ini sifatnya kan pengiring atau MC," kata Iyan.

(mso/mso)