Saksi Nia-Usman Ogah Teken Berita Acara Rekapitulasi KPU Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 16:06 WIB
Pleno KPU Bandung
Pleno KPU Bandung (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Saksi dari pasangan Kurnia Agustina dan Usman Sayogi enggan menandatangani berita acara hasil rekapitulasi suara di KPU Kabupaten Bandung. Meski demikian, langkah tersebut tidak menghambat proses lanjutan usai penetapan hasil rekapitulasi.

Kepala Badan Saksi Daerah (BSD) DPD Golkar Kabupaten Bandung Deden Deni Nugraha yang menjadi saksi atau perwakilan dari paslon nomor urut satu mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk kritis pihaknya terhadap proses Pilkada 2020 ini. Selain itu, kata Deden, hal tersebut merupakan hak politik.

"Apa yang paslon satu lakukan, tidak menandatangani, adalah hak politik kami untuk memberikan penghargaan terhadap tim yang berada di lapangan," kata Deden kepada wartawan di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (16/12/2020).

Deden melanjutkan, timnya di lapangan menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses berjalannya masa Pilkada. Meski begitu, ia enggan menyebutkan lebih jelas terkait pelanggaran tersebut.

"Untuk prosesnya kami memiliki tim advokasi dan hukum, itu di luar kami, nanti proses tahapannya akan dilakukan," ujarnya.

Meski demikian, langkah tersebut tidak mempengaruhi terhadap proses lanjutan usai penetapan hasil rekapitulasi suara. Ia menegaskan, pelanggaran yang sempat disebutnya tidak berhubungan dengan proses penghitungan suara.

"Tapi pada prinsipnya menerima hasil rekap suara, kan begitu. Karena hal ini dua hal yang berbeda, rekap suara kami bersaksi itu sama dengan yang ada di KPU. Tapi pelanggaran pilkada itu lain dari persoalan itu (rekap suara)," terangnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya. Namun, ia menegaskan bahwa saksi nomor urut satu telah menerima setiap hasil dari rekapitulasi tingkat kabupaten.

"Jadi saksi paslon 1 secara substantif menghargai dan menerima hasil rekapitulasi, namun memilih untuk tidak menandatangani berita acara sertifikat hasil, dan itu tidak memengaruhi proses selanjutnya," kata Agus.

Sekadar diketahui, hasil rekapitulasi suara menunjukkan bahwa pasangan Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan menang dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020 kali ini. Mereka memperoleh sekitar 928.602 suara yang sah.

Kemudian pasangan yang diusung oleh Partai Golkar dan Gerindra atau nomor urut satu Nia - Usman memperoleh 511.413 suara yang sah. Dilanjut dengan pasangan Yena Masoem dan Atep yang berada di posisi buncit dengan peroleh 217.780 suara yang sah.

(mud/mud)