Kadinkes Diganti Saat Kota Bandung Masih Zona Merah

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 10:47 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan rotasi dan mutasi kepada 89 orang pejabat di lingkungan kerja Pemkot Bandung. Proses pengambilan sumpah jabatan dilakukan sekaligus di Plaza Balai Kota Bandung pada Rabu (16/12/2020).

Salah satu pejabat yang menjadi sorotan yaitu Rita Verita, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung. Pada pelantikan tersebut, ia dirotasi menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, perubahan susunan organisasi ini bertujuan sebagai penyegaran. Saat ditanya mengenai perubahan jabatan Rita yang sekaligus bagian dari Satgas COVID-19, Oded menepis adanya alasan khusus.

"Hari ini kita ada pelantikan untuk tujuannya penyegaran organisasi, agar organisasi ini tetap segar saya kira. Kalau sekarang harapan mang Oded bisa lumpat, bisa lari lebih kuat lagi," kata Oded kepada wartawan di Balai Kota.

"Enggak ada alasan khusus, cuman penyegaran saja. Namanya rotasi mutasi sekaligus ada kesempatan promosi itu hal yang biasa," tambahnya.

Dalam penyegaran organisasi, kata Oded, berkaitan dengan memasuki akhir tahun dengan anggaran dan kinerja yang baru. "Gini sengaja kita melakukan pelantikan hari ini karena memang sesuai dengan perjalanan akhir tahun. Harapan saya dengan anggaran tahun baru ini mereka juga bisa mengelola masing-masing OPD dengan baik," katanya.

Kepala Dinkes Kesehatan saat ini adalah Ahyani Raksanagara, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan. Jabatan Ahyani pun diisi oleh Anton Sunarwibowo.

Beberapa nama lainnya yang ikut serta dalam pelantikan diantaranya Tatang Muhtar sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Yayan Ahmad Brilyana sebagai Kadiskominfo, dan Bambang Suhari Kadis Penataan Ruang.

Sementara itu, hingga saat ini kasus COVID-19 di Kota Bandung masih berada di zona merah dengan kondisi kasus naik turun (fluktuatif). Dilihat dari laman resmi Pusicov, total kasus terkonfirmasi mencapai 4.743 bertambah 82 orang, adapun kasus konfirmasi aktif 792 berkurang 175, kesembuhan 3.813 bertambah 255, dan meninggal 138 bertambah 2 orang dari data sebelumnya.

(mud/mud)