Polisi Janji Bubarkan Konvoi-Kerumunan Pesta Tahun Baru di Bandung

ADVERTISEMENT

Polisi Janji Bubarkan Konvoi-Kerumunan Pesta Tahun Baru di Bandung

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 14:20 WIB
Tahun Baru 2019 di Bandung
Ilustrasi pesta tahun baru . (Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung -

Polisi siap menindak tegas aksi konvoi dan kerumunan massa saat perayaan pesta tahun baru di Kota Bandung. Pencegahan penyebaran COVID-19 dan penegakan protokol kesehatan tak henti digalakkan aparat pemerintah.

"Konvoi itu kerumunan juga, pasti kita bubarkan. Kita tidak melarang orang ke luar, tapi jangan berkerumun," ucap Wakapolrestabes Bandung AKBP Yade Setiawan Ujung di Balaikota Bandung, Selasa (15/12/2020).

Berkaitan pengamanan natal dan tahun baru (nataru), Polrestabes Bandung menyiapkan 12 pos pengamanan (Pospam) di sejumlah titik. Pospam tersebut disiagakan selama 24 jam.

"Kita akan gelar pasukan pada 21 Desember untuk Operasi Lilin. Tapi secara garis besar Operasi Lilin kita laksanakan menjelang natal dan tahun baru, kemudian ada sekitar 12 Pos Pengamanan yang didirikan seluruh wilayah Kota Bandung, khususnya yang mengarah ke Setiabudi Ledeng dan jalur lainnya," kata mantan Kapolres Malang ini.

Menurut Ujung, personel gabungan diterjunkan sepanjang Operasi Lilin Lodaya 2020 di Kota Bandung. Ia pun mengingatkan warga Bandung untuk bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19.

"Pengamanan natal dan tahun baru ini kita kaitkan dengan COVID-19. Kita menghindari jangan sampai ada kerumunan di tempat wisata, karena di Perwal baru maksimal 30 persen. Itu dasar kami dalam melakukan operasi bersama teman-teman Satpol dan TNI, jumlahnya seribu (petugas) lebih," tutur Ujung.

Selain itu, Ujung menegaskan jelang nataru nanti buka-tutup jalan di sejumlah titik keramaian di Kota Bandung tetap diberlakukan. Ia menilai pola buka-tutup jalan ini dapat menuruni angka kasus harian COVID-19 di Kota Bandung. Sekadar diketahui, saat ini Kota Bansung masuk zona merah.

"Penutupan jalan masih terus dilakukan dengan harapan masyarakat tidak ke luar, agar COVID-19 ini terkendali. Alhamdulillah sebelum PSBB Proporsional itu naik 140-152 (kasus positif), sekarang turun di angka 40-42, baru hari ini naik lagi jadi 60. Harapan kita semakin menurun," tutur Ujung.

(wip/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT