Tingkat Partisipasi Pemilih di Pilbup Bandung Tak Capai Target

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 14 Des 2020 20:18 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Kabupaten Bandung -

KPU Kabupaten Bandung sebut partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di Pilkada Bandung 2020 mengalami peningkatan dibanding Pilkada 2015 lalu. Namun hasil tersebut masih berada di bawah dari angka yang ditargetkan.

Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya mengatakan di Pilkada 2020 ini, partisipasi publik untuk memilih berada di angka sekitar 72,1 persen.

"Informasi soal rekapitulasi diperkirakan di angka 72,1 persen," kata Agus saat ditemui detikcom, di KPU Kabupaten Bandung, Senin (14/12/2020).

Menurutnya tingkat partisipasi tersebut berada di bawah target, yakni 77,5 persen. Meski demikian, peroleh partisipasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada Pilkada 2015 lalu.

Hasil tersebut, menurut Agus, merupakan prestasi tersendiri. Pasalnya, di tengah pandemi COVID-19, semua pihak memprediksi akan terjadi penurunan partisipasi publik datang ke TPS.

"Di bawah target memang ya, tapi kan jauh di 2015. Waktu itu 2015 tanpa pandemi itu cuma 62 persen, kita besok pastikan ya, kalau benar 72 persen kita kenaikannya 9 persen. Meski di tengah pandemi, yang dikhawatirkan turun malah naik sekarang,"kata Agus.

Hasil sementara, sejumlah kecamatan menunjukkan partisipasi publik yang cukup tinggi. Agus menyebutkan, di Kecamatan Kertasari dan Rancabali angka partisipasi publik di atas 80 persen.

"Jadi rata rata partisipasi pemilih paling rendah itu margaasih itu 60 persen. Yang paling tinggi itu 80 persen di Rancabali, Kertasari 83 persen. Kalau dirata rata itu di 71-72 persen," terang Agus.

Selain pertisipasi publik, Agus menyebut, beberapa faktor kesuksesan Pilkada Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah tidak terjadinya penularan COVID-19 atau munculnya klaster Pilkada.

"Jadi kalau ada perkumpulan dan terjadi kluster maka Senin atau Selasa informasinya ada. Tapi kalau hari ini tidak ada dan semoga tidak ada, berarti kita berhasil melewati Pilkada tanpa klaster, berjalan kondusif dan bahkan partisipasi naik dibanding lima tahun lalu meski tidak mencapai target," ujar Agus.

(mso/mso)