Gagal Terapkan Prokes di Jabar, Siap-siap Diisolasi di Pulau Terpencil

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 11 Des 2020 19:31 WIB
Pelanggar protokol kesehatan di Jabar akan diisolasi di pulau terpencil?
(Foto: Tangkapan layar website)
Bandung -

Keterisian dan ketersediaan tempat tidur (TT) bagi pasien COVID-19 di Jawa Barat sudah menunjukkan rambu waspada. Hingga 6 Desember 2020, tingkat keterisian ruang isolasi di Jabar telah mencapai 75,39%, melebihi standar WHO yang harus di bawah 60%.

Tingginya keterisian tempat isolasi itu, tak lepas dari masih abainya warga dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19. Pemprov Jabar melalui Humas Jabar pun mengunggah tayangan yang isinya ancaman bagi warga yang melanggar prokes akan diisolasi di pulau yang terpencil.

"Isolasi di Pulau Terpencil. Pesawat Siap Terbang ke Pulau Galang, Antar Wargi yang LALAI TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN. Karena rumah sakit penuh, sudah tak mampu menampung pasien lagi. Ngga mau diisolasi jauh dari keluarga kan?," seperti yang detikcom lihat dari laman Instagram Humas Jabar @humas_jabar, Jumat (11/12/2020).

Pada slide berikutnya, Humas Jabar juga mengunggah data keterisian dan ketersediaan ruang isolasi COVID-19 se-Jabar. Untuk tingkat keterisian di zona hijau dari 3.397 tempat isolasi, 2.459 di antaranya telah terisi (72.39%). Sementara itu untuk zona kuning dari 2.558 ruang isolasi, terisi 2.160 ruangan (84.44%) dan untuk zona merah dari 869 ruangan isolasi, 616 ruangan (70.89%) telah terisi.

Untuk fasilitas IGD, dari 572 kamar telah terisi 211 dan untuk ICU dari 416 telah terisi 254 kamar.

Sementara itu, untuk keterisian terbanyak pasien COVID-19 di Kabupaten Karawang telah menunjukkan lampu merah dengan tingkat keterisian 98%. Disusul Kabupaten Tasikmalaya (88.89%), BPSDM Provinsi (86.47%), Kota Banjar (94.12%) dan Kota Depok (70%).

Dari 27 kabupaten/kota di Jabar, delapan di antaranya masih ada yang belum memiliki pusat isolasi yakni Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Saat dikonfirmasi detikcom, Kabiro Humas dan Protokoler Setda Jabar Hermansyah mengatakan, unggahan tersebut sedianya merupakan upaya dari Pemprov Jabar untuk mengingatkan dan mengedukasi kembali masyarakat tentang pentingnya prokes.

"Sebenarnya upaya kita untuk memberikan edukasi kepada warga untuk lebih patuh kepada prokes, karena kelihatannya masyarakat sudah sangat (abai) terhadap prokes. Saat ini yang dilakukan oleh Pemprov Jabar adalah menambah kapasitas tempat isolasi," ujar Hermansyah.

(yum/mud)