Ekonomi Digital di Jabar Mulai Merangkak Tumbuh Saat Pandemi

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 20:48 WIB
Ridwan Kamil sebut ekonomi digital di Jabar tumbuh di tengah pandemi
Ridwan Kamil sebut ekonomi digital di Jabar tumbuh di tengah pandemi (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Pertumbuhan ekonomi digital Jawa Barat tumbuh positif di atas 40 persen. Perkembangannya cukup pesat bahkan di tengah pandemi COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merujuk pada catatan ekonomi dari Bank Indonesia. Pertumbuhan tersebut terjadi tidak hanya di sektor ekonomi digitalnya saja tapi juga termasuk pengguna digital.

"Jadi ekonomi paling tinggi selama COVID-19 adalah ekonomi digital, berikutnya pangan dan lain-lain," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Kota Bandung, Kamis (10/12/2020).

Seperti salah satunya di Indramayu yang menerapkan ekonomi digital. "Contoh kita menggunakan ekonomi digital untuk menggeser cara kerja, sekarang peternak lele di Indramayu menggunakan aplikasi untuk memberi pakan lele hasilnya panen bisa empat kali dalam setahun," ujarnya.

Menurutnya, digitalisasi bukanlah suatu pilihan melainkan keharusan dan menjadi kebutuhan, terlebih disaat pandemi COVID-19. Dulu, kata dia, migrasi ke digital harus ada motivasi tapi saat pandemi, digital menjadi sebuah paksaan.

"Mereka yang tidak mau dipaksa migrasi ke digital pasti akan jadi kelompok yang kalah. Inilah yang akhirnya selama satu tahun terjadi lompatan pertumbuhan ekonomi digital di Jabar," tuturnya.

Emil mengatakan, Jabar telah melakukan upaya pelayanan publik melalui digital dengan konsep kolaborasi pentahelix. Salah satunya menerapkan birokrasi 3.0 atau birokrasi dinamis di mana anak muda dapat terlibat sebagai organ pembangunan.

"Maka saya mendirikan unit kerja digital untuk melayani masyarakat diantaranya Jabar Digital Service. Saya merekrut anak muda untuk membuat aplikasi-aplikasi untuk menyelesaikan persoalan di Jabar," ujarnya.

Selain itu, ia juga sempat menyinggung unit yang ada seperti Jabar Saber Hoaks yang berfungsi melacak berita-berita bohong yang beredar di masyarakat. Adapula Jabar Quick Respons, unit kemanusiaan untuk mencari keluhan di media sosial yang sifatnya kemanusiaan seperti rumah roboh, kesulitan membayar rumah sakit untuk kemudian mendapat bantuan dari pemerintah.

"Itu contoh kecil tiga unit kerja yang didirikan sebagai jawaban bahwa digitalisasi sangat dibutuhkan," ujarnya.

Dari segi pajak setelah mengalami perubahan ke pola digital, Emil mengaku juga mengalami peningkatan. "Pajak kami juga meningkat dengan hadirnya transformasi digital di mana kami bekerja sama dengan platform belanja online dan membuat sejumlah aplikasi," tambah Emil.

Pertumbuhan ekonomi digital di Jabar ini tak lepas dari tekad menjadi provinsi digital. "Sudah saya deklarasikan Jabar sebagai provinsi digital. Jadi di situ sangat jelas road map menuju digital west java itu adalah gabungan dari keberhasilan smart city dan smart village yang terakselerasi digital," pungkasnya.

(mud/mud)