Cari Korban Kecelakaan Laut, Warga Sukabumi Temukan Bangkai Paus

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 20:11 WIB
Warga Sukabumi temukan bangkai paus terdampar di Sukabumi
Warga Sukabumi temukan bangkai paus terdampar di Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Sejumlah warga yang tengah mencari korban kecelakaan laut dikagetkan dengan penemuan paus seberat 3 ton yang akhirnya terdampar dengan kondisi membusuk di bibir Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Informasi yang diberikan petugas SARDA, Pos Ciracap. Awalnya bangkai mamalia laut itu diketahui berada di perairan dalam masih di area Pantai Minajaya. Warga sempat mengawasi bangkai paus itu hingga akhirnya terdampar ke tepian.

"Awal mulanya petugas gabungan maupun warga mengira itu, adalah jasad korban laka laut yang sudah lima hari belum kita temukan. Iya, jadi pertamanya itu warga melihat ada bayang-bayang yang mencurigakan tengah mengambang di tengah lautan. Setelah di cek pakai teropong dan nunggu beberapa jam, akhirnya bayang-bayang itu ke darat. Setelah dicek untuk memastikannya, ternyata itu adalah bangkai paus," kata Humas SARDA Pos Ciracap, Noyief Naretsya kepada wartawan, Kamis (10/12/2020).

Korban kecelakaan laut yang tengah dicari warga diketahui bernama Dede Rosadi, warga kecamatan setempat. Sudah lima hari pemuda berusia 33 tahun itu dicari petugas SAR gabungan. Mengetahui yang ditemukannya bukan korban kecelakaan, warga lantas mengubur bangkai paus yang sudah mengeluarkan bau busuk tersebut. Penemuan bangkai ikan yang dilindungi ini, sempat membuat heboh warga setempat hingga menjadi tontonan. Karena merupakan persitiwa langka.

"Diperkirakan ikan tersebut memiliki panjang empat meter dengan berat sekitar dua sampai tiga ton. Terdamparnya ikan ini sempat membuat heboh dan juga tontonan warga sekitar. Saat ditemukan kondisi paus itu, sudah dalam keadaan membusuk. Makanya, ikan itu langsung dikubur oleh warga dan tim SAR yang tempatnya tidak jauh dengan lokasi penemuan bangkai paus itu," jelas Noyief.

Perkiraan petugas, ikan paus itu tewas sekitar satu pekan terakhir. Hal itu dapat terlihat dari kondisi tubuhnya yang sudah dalam keadaan membusuk. Sehingga, dirinya pun tidak dapat mengetahui secara pasti, jenis ikan paus apa yang mati terdampar di bibir pantai tersebut.

"Jenis pausnya saya tidak tahu, karena kondisi tubuhnya sudah sangat rusak. Tetapi yang jelas itu bukan jenis paus macan," bebernya.

Ketika disinggung soal penyebab kematian hewan dilindungi ini, dirinya menjawab. Bahwa kematian ikan paus yang memiliki ukuran besar itu, disinyalir karena faktor cuaca.

"Iya, kemungkinan sekarang kan di laut Selatan Sukabumi arusnya atau gelombang lagi pasang. Dugaan sementara, paus itu terhempas gelombang pasang dan langsung terlempar ke karang. Terlebih lagi, kawasan laut pantai Selatan Minaja Surade itu, merupakan zona merah pusaran angin," pungkasnya.

(sya/mud)