Menristek Sebut 94 Persen Kebutuhan Kesehatan Indonesia Masih Impor

Siti Fatimah - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 13:52 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro
Foto: Menristek Bambang Brodjonegoro (Istimewa).
Bandung -

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengungkapkan 94 persen kebutuhan kesehatan di Indonesia masih impor. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk segera menciptakan produk inovasi baru.

"Setelah pandemi kita sadar bahwa 94 persen bahwa kebutuhan kesehatan kita impor. Dan ini tidak tanggung dari canggih sampai alat yang paling sederhana," kata Bambang dalam acara Bakti Inovasi melalui zoom meeting, Selasa (8/12/2020).

Lebih lanjut, saat pandemi ini kebutuhan kesehatan seperti ventilator dibutuhkan lebih banyak. Menurutnya, beban rumah sakit, dokter hingga kesehatan begitu tinggi terlebih jika ditambah dengan alat kesehatan yang seadanya.

Bambang mengakui, produk inovasi seharusnya mulai dikembangkan sejak awal. "Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kita sudah terlalu lama terbuai dengan kemudahan untuk membeli apapun yang bersifat impor," katanya.

Di awal-awal pandemi, Bambang mengatakan, Indonesia kekurangan alat swab seperti PCR hingga alat terkecil bernama frog. "Bukan hanya mesin PCR-nya tapi alat frog yang sangat sederhana itu impor," ujarnya.

"Dari situ hasil inovasi menjadi tidak berkembang, akhirnya riset di perguruan tinggi lebih kepada selera dari ahlinya tanpa melihat relevan kondisi saat ini. Sehingga cukup banyak publikasi ilmiah," tambah Bambang.

Tidak hanya alat kesehatan, bahan baku obat pun masih impor. Bambang mengatakan, pabriknya memang berasal dari Indonesia hanya bahan baku kimia masih diproduksi dari luar negeri.

"Inovasi lahir karena kita ingin memberikan solusi baik untuk ketergantungan impor maupun mengatasi pandemi, yang melahirkan inovasi orang-orang yang berada dibalik produk ini bekerja keras dan melakukannya dengan hati sesuai dengan pasionnya," ujarnya.

Setidaknya ada sembilan produk inovasi yang telah dihasilkan dan diwacanakan akan diproduksi massal. Beberapa inovasi tersebut yaitu:

1. Robot Sterilisasi Ruangan Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR),
2. Alat Tes COVID-19 Uji CePAD Antigen,
3. Ventilator X-VENT XMV 20 Frontliner,
4. Purifier/Respirator PAPR LCC-Respira V.01,
5. Ventilator Transport Covent-20 UI,
6. Teknologi Pembersih Udara ATTACT,
7. Ventilator Indonesia (Vent-I),
8. Mobile Lab Biosafety Level-2, dan
9. Ventilator Roboflow HNFC.

(mso/mso)