Pilkada Serentak 2020 di Jabar

Bawaslu Ungkap Tasik Termasuk Daerah Paling Rawan Penyebaran Corona

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 07 Des 2020 12:57 WIB
Ilustrasi Pilgub Jabar
Foto: Ilustrasi Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Tasikmalaya -

Bawaslu Republik Indonesia merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) jelang hari pencoblosan Pilkada Serntak 2020. Hasilnya, dari sejumlah daerah yang menggelar Pilkada Serentak, Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam 10 daerah di Indonesia yang paling rawan dari sisi pandemi COVID-19.

"Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada serentak 2020 jelang pungut hitung ada empat dimensi yakni konteks sosial dan politik, kontestasi, partisipasi dan pemilu yang bebas dan adil. Untuk 10 kabupaten/kota masuk rawan tertinggi COVID-19 adalah Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Agam, Kabupaten Natuna, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kemudian Kabupaten Morowali Utara, Kota Semarang, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Purbalingga," ucap Ahmad Aziz Firdaus, Komisioner Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, di Kantor Bawaslu, Senin (07/12/2020).

Adapun indikator kerawanan pandemi COVID-19, terang Aziz, yaitu pertama penyelenggara pemilihan yang positif Corona, meninggal dunia, mengundurkan diri dan melanggar protokol kesehatan Corona.

Kedua, peserta pemilihan yang positif COVID-19, melanggar protokol kesehatan dan menciptakan kerumunan. Ketiga kondisi daerah dengan perubahan status wilayah, lonjakan jumlah orang positif COVID-19, lonjakan pasien meninggal dunia dan keterbatasan fasilitas kesehatan.

"Maka dari itu, Bawaslu RI mengeluarkan rekomendasi pertama kepada penyelenggara pemilihan, pasangan calon, tim kampanye dan pemilih selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat dalam melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara. Kedua, penyelenggara pemilihan, pemerintah daerah, satuan tugas penanganan COVID-19 berkoordinasi dalam keterbukaan informasi dan sosialisasi mengenai pelaksanaan protokol kesehatan dalam pemungutan dan penghitungan suara. Ketiga, koordinasi kepolisian dan gugus tugas penanggulangan COVID-19 dalam penegakan hukum dan penindakan atas pelanggaran protokol kesehatan di luar proses penyelenggaraan pemilihan pada hari pemungutan suara. Keempat, koordinasi antara KPU, Bawaslu dan pemerintah daerah yakni Disdukcapil, dalam memastikan pemilih yang berhak dapat menggunakan suaranya. Dan kelima kepastian penggunaan teknologi informasi oleh penyelenggara pemilihan," ujar Aziz.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat menargetkan partisipasi pemilih mencapai 77 persen lebih di Pilkada Serentak 2020. Angka ini naik dibanding Pilkada 2015 lalu.

"Kami targetkan partisipasi Naik 77 persen lebih yah. Kita yakin dengan protokol kesehatan ketat maka Pilkada akan terhindar dari COVID-19," ucap Mohammad Zen, Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Dua hari jelang pemungutan suara, Polres Tasikmalaya menggelar Apel Pergeseran Pasukan di Halaman Bupati Tasikmalaya, Senin (07/12/2020) pagi. Sebanyak 7 ribu lebih personil diturunkan untuk amankan 3.740 Tempat Pemungutan suara.

"Mereka personil ini diturunkan untuk amankan proses pemungutan, hitung, surat suara kembali ke KPU dan menjaga lancarnya tahapan pemilihan," ucap AKBP Hendria Lesmana, Kapolres Tasikmalaya.

(mso/mso)