Perwal Direvisi, Jumatan di Masjid Raya Bandung Hanya Boleh 30 Persen

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 06 Des 2020 21:27 WIB
Ribuan jemaah datangi Masjid Raya Bandung untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah. Sejumlah protokol kesehatan pun diterapkan guna cegah penyebaran COVID-19.
Jemaah jumatan di Masjid Raya Bandung (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Zona Merah kembali terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Kebijakan relaksasi kegiatan, salah satunya kegiatan di rumah ibadah pun ikut direvisi dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 73 Tahun 2020, perubahan keempat atas Perwal Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Kegiatan ibadah, masih dapat dilakukan namun kunjungan hanya sebanyak 30 persen dari kapasitas gedung yang ada.

Ketua DKM Masjid Raya Bandung KH Muchtar Gandaatmaja mengatakan, pihaknya siap melaksanakan imbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

"Tanpa diimbau pun sudah memenuhi batas maksimal, karena yang biasa 14 ribu normalnya, sekarang paling 3.500 sampai 5.000 maksimal (saat Salat Jumat) dan tempat masih kosong di atas dan bawah," katanya kepada wartawan via sambungan telepon, Minggu (6/12/2020).

Pihaknya siap memenuhi persyaratan, kunjungan tidak melebihi 30 persen. "Kita penuhi, karena itu wajib," ujarnya.

Bahkan menurutnya, kunjungan ke Majid Raya Bandung saat ibadah Shalat Jumat tidak sampai 50 persen.

"Enggak, sebelum ini juga wali kota mengeluarkan Perwal juga, kita tetap berpegang pada 30 persen itu. Sebelumnya sampai 50 persen, tapi kita paling 30-35 persen," jelas Muchtar.

Selain itu, di hari biasa Masjid Raya Bandung hanya ramai dikunjungi jemaah di waktu dzuhur. Itupun jemaah nya tidak lebih dari 200 orang. "Ramainya saat duhur saja. Tiga baris paling, tidak sampai 100 atau 150 orang," tambahnya.

"Intinya masjid raya mengikuti imbauan pemerintah baik provinsi atau pun kota," pungkasnya.

(wip/mud)