BPOM Bandung Musnahkan Obat-Kosmetik Ilegal Senilai Rp 31 Miliar

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 11:17 WIB
BPOM Bandung mengamankan produk sediaan farmasi dan pangan ilegal, baik yang tak memiliki izin edar maupun yang tak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu, Rabu (2/12/2020).
Obat dan kosmetik ilegal yang disita BPOM Bandung. (Foto: Yudha Maulana/dettikcom)
Bandung -

Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung mengamankan produk sediaan farmasi dan pangan ilegal, baik yang tak memiliki izin edar maupun tak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu. Produk senilai Rp 31,2 miliar tersebut dimusnahkan secara simbolis di halaman belakang Kantor BPOM RI Bandung pada Rabu (2/11/2020.

Produk ilegal yang dimusnahkan itu didominasi oleh produk kosmetik. Obat dan kosmetik yang dimusnahkan tak hanya untuk urusan kecantikan, tetapi juga ada obat ilegal yang diklaim menjadi penambah vitalitas pria.

"Produk tersebut terdiri dari produk kosmetik dan obat tradisional yang tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat dan mutu. Seperti kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon dan obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) seperti sildenafil sitrat, deksametason dan BKO lainnya," ujar Kepala BPOM Bandung Hardaningsih, Rabu (2/11/2020).

Rinciannya obat yang dimusnahkan senilai Rp 2.953.600, obat tradisional senilai Rp 196.170.500, kosmetik senilai Rp 31.021.171.100 dan produk pangan senilai Rp 35.483.100. Produk ilegal tersebut diperoleh dari kegiatan pemeriksaan dan penindakan di sarana produksi, distribusi dan pelayanan termasuk sarana penjualan online tahun 2020.

"Untuk melindungi masyarakat dari produk-produk tersebut maka produk tersebut dimusnahkan," kata Hardaningsih.