Pejabat Pemkot Cimahi Diperiksa KPK Soal Kasus Korupsi Walkot Ajay

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 15:38 WIB
Logo, ilustrasi, gedung Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK)
Ilustrasi KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Cimahi -

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi Hella Haerani turut dibawa KPK saat operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna, Jumat (27/11). Hella dimintai keterangan berkaitan kasus dugaan perizinan perluasan Rumah Sakit Kasih Bunda yang menjerat tersangka Ajay.

Hella mengaku dijemput penyidik KPK di ruang kerjanya, Gedung C, Kantor Pemkot Cimahi, saat jam istirahat, Jumat itu. Ia langsung dibawa bersama stafnya, Aam, ke Gedung Merah Putih KPK, dan tiba pukul 16.00 pada hari yang sama.

"Sudah tahu mungkin saya dimintai keterangan di KPK. Selama 19 jam dimintai keterangan, alhamdulillah kita lancar menjawab semua pertanyaannya," ucap Hella saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (30/11/2020).

Pemeriksaan tersebut berakhir pada Sabtu (28/11/2020) pukul 13.00 WIB. Dirinya ditanya seputar proses perizinan penambahan gedung RSU Kasih Bunda yang merupakan milik swasta.

"Ditanya soal proses perizinan. Kami menjawab proses izin sesuai dengan aturan yang memang kita keluarkan. Insya Allah intinya tidak kemana-mana dan tidak ada ketidaktahuan tentang proses di luar tupoksi kita keterkaitan dengan RS kasih bunda," tuturnya.

"Izin ya sebagaimana mestinya. Perizinan dari 2014 saat bentuknya klinik sampai pembangunan yang sekarang dari 14 lantai jadi 10 lantai. IMB pertama sudah keluar tapi akhirnya dirubah lagi. IMB perubahan lantai belum keluar," Hella menambahkan.

Hella menjelaskan tidak pernah ada komunikasi dengan Ajay soal perizinan rumah sakit tersebut, sebab prosesnya berjalan sebagaimana mestinya. "Izin mengalir seperti biasa. Kalau di luar itu enggak tahu seperti bagaimana, apakah pak wali kota (Ajay) sebagai pengusaha atau apa engga tahu," ucapnya.

Dia mengatakan KPK sudah datang ke kantornya dan melakukan penyegelan ruangan. "Sudah datang ke sini, (ruangan) juga masih disegel. Intinya kalau diminta keterangan saya siap," ucap Hella.

(bbn/bbn)