Istri Eks Bupati Sunjaya Jadi Calon Terkuat sebagai Wabup Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 15:07 WIB
Dua kandidat Wakil Bupati Cirebon.
Foto: Dua kandidat Wakil Bupati Cirebon (Sudirman Wamad/detikcom).
Cirebon -

Sejak dilantik sebagai Bupati Cirebon menggantikan Sunjaya Purwadisastra, Imron Rosyadi tak memiliki wakil. Hari ini, DPRD Kabupaten Cirebon menggelar rapat paripurna pengundian nomor urut calon Wakil Bupati Cirebon.

Ada dua nama yang ikut mencalonkan diri sebagai pendamping Imron, yakni Wahyu Ciptaningsih dan Cunadi. Wahyu Ciptaningsih atau yang akrab disapa Ayu merupakan istri mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. Ayu dan Cunadi adalah kader PDI Perjuangan. Hasil rapat paripurna tersebut menetapkan Cunadi mendapat nomor urut satu. Sedangkan Ayu mendapatkan nomor urut dua.

Ayu disebut-sebut sebagai calon terkuat pendamping Imron. DPP PDI Perjuangan sejatinya hanya merekomendasi Ayu sebagai pendamping Imron. Karena terbentur aturan, sehingga Cunadi diajukan sebagai pendamping.

"Partai menginginkan Ibu Ayu sebagai wakil bupati. Terkait adanya satu nama lain itu, kita mengikuti aturan yang ada dalam PP dan UU. Harus menyerahkan dua nama. Cunadi sebagai calon pendamping untuk memenuhi aturan," kata Rudiana selaku Bendahara DPC PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon sesuai rapat paripurna, Senin (30/11/2020).

Rudiana mengatakan rapat paripurna berjalan lancar. Peserta rapat telah memenuhi kuorum. Rencananya, Rabu (2/12/2020) DPRD menggelar pemilihan wakil bupati.

"Semoga pemilihan berjalan lancar pada Rabu (2/12) nanti," kata Rudiana.

Sementara itu, Ayu mengaku bersyukur bisa mendapat nomor urut dua. Menurutnya, nomor dua memiliki filosofi kuat untuk menjadi Wakil Bupati Cirebon.

"Nomor dua itu kalau di Jawa bermakna lunggu, artinya kedudukan. Semoga saya bisa menduduki jabatan wakil bupati apa yang diamanatkan partai," kata Ayu.

Ayu menerangkan akan menjalankan visi dan misi sesuai Bupati dan Wakil Bupati Cirebon periode 2019-2024. "Kita akan bersinergi, ketika saya terpilih," kata Ayu.

Sementara itu, Cunadi mengaku hanya mendampingi Ayu. "DPP (PDI Perjuangan) telah memberikan mandat ke Bu Ayu, saya hanya sebagai pendamping. Saya tidak boleh mengkhianati partai," kata Cunadi.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengaku kesulitan menjalankan tugasnya tanpa wakil. Imron mengaku kerap tak hadir pada beberapa acara karena jadwal yang bentrok.

"Pemilihannya tanggal 2 (Desember) nanti. Semoga lancar. Mudah mudahan berjalan lancar. Dengan terisinya wakil bupati kerjaan bisa berbagi. Untuk bekerja lebih baik," kata Imron yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon.

Sekadar diketahui, pada Pilbup 2019 lalu PDI Perjuangan mengusung Sunjaya Purwadisastra dan Imron Rosyadi. Pasangan ini berhasil menang di Pilbup Cirebon tahun lalu. Namun, sebelum dilantik sebagai Bupati Cirebon, Sunjaya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Singkatnya, Imron dilantik sebagai Bupati Cirebon menggantikan Sunjaya pada 1 Oktober 2019. Hingga saat ini Imron menjalankan roda pemerintahan tanpa wakil.

(mso/mso)