Pemkab Sumedang Tambah Anggaran Rp 2 M untuk Pilkades Serentak

Muhamad Rizal - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 18:44 WIB
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir
Foto: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (Muhammad Rizal/detikcom).

Selain itu juga, Dony berharap deklarasi damai bisa dipatuhi semua unsur, baik itu calon Kepala Desa, masyarakat, panitia dan masing-masing pendukung. Sehingga dalam Pilkades nanti diharapkan dapat berjalan dengan aman, damai, tertib, lancar dan kondusif.

"Dimana nantinya para calon kepala Desa menyampaikan komitmennya bersama sama, agar pemilihannya nanti bisa berjalan lancar dan bisa di jalankan sebaik baiknya, terutama menjaga persahabatan dan bersilaturohim dari pada ada perpecahan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumedang Endah Kusyaman mengatakan pihaknya memberikan tambahan anggaran Rp 2 miliar untuk Pilkades Serentak 2020. Anggaran itu disiapkan untuk penyediaan masker, faceshield, sarung tangan dan kebutuhan lainnya.

"Anggarannya untuk pengadaan sarana pendukung protokol kesehatan seperti masker, faceshiled, sarung tangan, thermal gun, cairan disinfektan, vitamin dan sebagainya," kata Endah saat Sosialisasi dan Deklarasi Damai Calon Kepala Desa pada Pilkades Serentak Gelombang Ketiga dengan Adaptasi Kebiasaan Baru, di Kecamatan Darmaraja, Kamis (26/11/2020).

Kata Endah, anggaran tambahan tersebut sudah didistribusikan ke semua panitia masing-masing di setiap desa. Hal itu agar persiapannya dapat dilaksanakan dengan baik.

"Sudah didistribusikan ke desa-desa untuk mengadakan APD (alat pelindung diri) dan alat protokol kesahatan lainnya," katanya.

Selain itu, tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkades serentak ini juga mengalami penambahan hampir 2 kali lipat dari biasanya. Sebab hal itu dilakukan guna memecah jumlah pemilih di TPS, sehingga bisa mencegah terjadinya kerumunan.

"Penambahannya hampir 100 persen, dari yang awalnya sekitar 240 TPS, sekarang menjadi sekitar 400 TPS. Sebagaimana yang disampaikan Pak Bupati pelaksanaan Pilkades serentak ini harus menerapkan protokol kesehatan," ucap Endah.


(mso/mso)