Waspada! 44 Titik Rawan Bencana Perlintasan Kereta Api di Jawa Barat

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 18:10 WIB
Petugas tengah memperbaiki rel kereta api di wilayah operasi Daop 2 Bandung
Petugas tengah memperbaiki rel kereta api di wilayah operasi Daop 2 Bandung (Foto: Istimewa)
Bandung -

Di musim penghujan ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mendeteksi 44 titik daerah rawan bencana khususnya di perlintasan kereta. Bencana tersebut di antaranya rawan amblesan, longsor, dan banjir.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Noxy Citrea mengatakan, daerah yang rawan bencana banjir yaitu di Cicalengka dan Rancaekek. Kemudian daerah rawan longsor dan amblas ada di sekitar pegunungan, ke arah timur seperti daerah Nagrek, Cipeundeuy hingga Tasikmalaya. Sedangkan rawan longsor ke arah barat seperti di lintasan antara Purwakarta-Ciganea.

"Untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada musim hujan ini, PT KAI Daop 2 telah siaga 24 jam di beberapa lokasi untuk antisipasi terhadap gangguan perjalanan kereta api," ujar Noxy dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (26/11/2020).

Lebih lanjut, untuk mengatasi perihal keamanan dan penanganan, pihaknya menyediakan Petugas Daerah Rawan (PDR) dan flying gank (regu siaga) berjumlah sekitar 250 petugas. Tugasnya, kata dia, memantau secara intensif dan menangani daerah tersebut selama 24 jam guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi operasional kereta api.

Kemudian, flying gank disigakan untuk bertindak cepat menangani gangguan di lintas. "Kami juga telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) guna mempercepat penanganan jika terjadi bencana alam yg mengganggu perjalanan. Amus ditempatkan di 4 lokasi yang mudah terjangkau seperti di Stasiun Purwakarta, Padalarang, Tasikmalaya dan Banjar. Amus berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir dan sebagainya yang berguna apabila ada rintang jalan yang mengganggu operasional kereta api," jelasnya.

Selain itu, pihaknya melakukan pengecekan setiap hari dari Petugas Pemeriksa Jalan yang berjalan kaki atau berkendara di atas rel dari stasiun satu ke stasiun lainnya untuk memeriksa secara detail kondisi jalur kereta yang dilalui seperti kelayakan rel, kondisi ketebalan batu balas dan mengencangkan baut.

Noxy mengatakan, hal lain yang rutin dilakukan petugas jalan jembatan meliputi perawatan prasarana mulai dari jalan rel, jembatan, persinyalan dan termasuk di dalamnya perbaikan saluran air yang berada di sekitar jalur KA.

"Kami berharap dengan adanya upaya ini akan mampu menciptakan kondisi perjalanan kereta yang aman dan nyaman untuk seluruh pelanggan kereta api. Jangan ragu atau kawatir untuk menggunakan kereta api, karena KAI konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di stasiun maupun di atas kereta api," pungkasnya.

(mud/mud)