Ruang Isolasi Pasien COVID-19 di RSUD Cikalongwetan Terisi Penuh

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 14:47 WIB
Ciputra Hospital menyiapkan sedikitnya 210 Bed isolasi untuk pasien COVID-19 yang berlokasi di Ciputra Hospital Citra Garden City, Jakarta. Ini potretnya.
Ilustrasi (Foto: dok. Ciputra Group)
Bandung Barat -

Ruang isolasi khusus pasien COVID-19 di RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terisi penuh. Bahkan ada lima pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di daftar tunggu.

Direktur Utama RSUD Cikalongwetan, Ridwan Abdullah Putra mengatakan saat ini kapasitas ruangan isolasi bagi pasien yang terkonfirmasi COVID-19 sudah penuh karena ada peningkatan kasus sejak beberapa pekan terakhir.

"Dari 20 bed yang tersedia, semuanya sudah terisi penuh. Bahkan lima orang di daftar tunggu," kata Ridwan saat dihubungi, Kamis (26/11/2020).

Semua pasien yang tengah menjalani perawatan di RSUD Cikalongwetan merupakan pasien dengan gejala klinis COVID-19 sehingga memerlukan pengawasan dari tenaga kesehatan.

"Orang yang dirawat mulai dari gejala ringan, sedang, hingga berat sehingga diperlukan perawatan dan harus diisolasi agar mencegah penyebaran COVID-19," tuturnya.

Pihaknya sempat mempertimbangkan penambahan jumlah bed di ruang isolasi sehingga tidak ada pasien COVID-19 di daftar tunggu. Namun rencana tersebut terkendala ketersediaan tenaga kesehatan.

"Untuk penambahan bed kemungkinan tidak ada, karena tenaga medis yang ada saat ini kurang dan sudah kelelahan mengingat pasien di kita ini kan full," jelasnya.

Ridwan menyebut peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 terjadi setelah libur panjang beberapa pekan lalu. "Kemungkinan besar karena libur panjang jadi jumlahnya mengalami peningkatan drastis. Sebelumnya tidak sampai full seperti ini," tandasnya.

Kasus COVID-19 di Cimahi Melonjak

Sementara itu, kasus COVID-19 di Kota Cimahi kembali mengalami penambahan hingga menyentuh 1.025 kasus sejak pandemi COVID-19 pada Maret lalu.

Berdasarkan data di Pusat Informasi COVID-19 Cimahi (PICC), total warga Kota Cimahi yang terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 1.025 orang. Rinciannya 344 orang positif aktif, 651 orang dinyatakan sembuh, dan 30 orang meninggal dunia.

Hanya dalam sehari kasus positif COVID-19 di Kota Cimahi bertambah sebanyak 59 orang. Beruntung angka kesembuhannya pun tinggi. Namun angka kematian di Cimahi juga cukup tinggi dibandingkan daerah tetangga, Kabupaten Bandung Barat yang hanya 22 orang.

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengakui selama kurang lebih delapan bulan berlangsungnya pandemi COVID-19, akhir-akhir ini disebut bulan terburuk dimana selalu ada penambahan kasus yang cukup banyak.

"Ternyata kurun waktu 8 bulan sejak pandemi, bulan-bulan ini termasuk bulan tidak baik karena penambahan kasusnya sangat drastis," ujar Ajay, Kamis (26/11/2020).

Agar kondisi tidak semakin memburuk pihaknya sepakat untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). Kebijakan itu sudah dibahasnya bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

"Kita terus berusaha. Kita sudah rapat PSBM, dan fokus ke sana untuk menekan angka COVID-19 ini," terangnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Dirinya juga meminta agar warga Cimahi tak banyak berpergian ke luar daerah.

"Tetap terapkan protokol kesehatan, itu sangat penting. Jangan berpergian dulu atau menerima tamu dari luar daerah. Terakhir ada 17 santri di Cimahi kan positif karena ada kunjungan tamu dari luar daerah," tandasnya.

(mud/mud)